Madiun Raya 3 Hari ke Depan Waspadai Peningkatan Intensitas Hujan Sedang-Lebat
- 29 Apr 2026 10:55 WIB
- Madiun
RRI,CO.ID, Madiun - Dinamika atmosfer di wilayah Jawa Timur hingga akhir April 2026 masih dipengaruhi oleh aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang berperan dalam meningkatkan pertumbuhan awan konvektif dan curah hujan. Selain itu, melemahnya Monsun Australia menyebabkan berkurangnya suplai massa udara kering dari Benua Australia dan diperkuat oleh dominasi angin yang berasal dari Samudera Pasifik yang membawa uap air dalam jumlah besar, sehingga mendukung pembentukan awan hujan di wilayah Jawa Timur. Pengamat Meteorologi dan Geofisika BMKG Nganjuk Setiyaris mengungkapkan, setelah fase aktif MJO berakhir, dinamika atmosfer diperkirakan akan kembali dipengaruhi oleh Gelombang Rossby Ekuatorial yang melintas di wilayah Jawa Timur’ Gelombang ini mampu meningkatkan konvergensi angin dan aktivitas konvektif yang berpotensi memicu pembentukan awan hujan. Berdasarkan prediksi, gangguan Rossby Ekuatorial akan melintas dalam sepekan ke depan, sehingga potensi hujan masih dapat terjadi hingga minggu pertama bulan Mei. Meskipun demikian, pola curah hujan diperkirakan bersifat fluktuatif pada siang menjelang sore dan malam hari. Sedangkan untuk wilayah Madiun Raya dalam 3 hari ke depan masih didominasi kondisi berawan hingga hujan dengan intensitas ringan. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat.
“Peningkatan intensitas hujan sedang hingga lebat dapat terjadi di Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Magetan, Ponorogo, Pacitan dan Ngawi. Selain itu, hujan dengan intensitas lebat-sangat lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi di Kabupaten Pacitan,” ungkap Setiyaris, Rabu, 29 April 2026.
Mempertimbangkan dinamika atmosfer yang masih signifikan dalam beberapa hari ke depan, Setiyaris mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat berdampak pada bencana hidrometeorologi, seperti hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang. Setiyaris juga mengingatkan masyarakat untuk secara berkala memantau informasi prakiraan cuaca, peringatan dini, dan peringatan cuaca ekstrem resmi melalui kanal informasi BMKG, antara lain laman http://www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial @infobmkg, serta melakukan langkah-langkah antisipatif di lingkungan sekitar guna meminimalkan potensi dampak cuaca ekstrem. ( Shabrina ).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....