Transformasi Digital Buahkan Prestasi Literasi Kota Madiun

  • 29 Apr 2026 21:44 WIB
  •  Madiun

⁠⁠RRI.CO.ID, Madiun - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Madiun sukses mencatatkan prestasi gemilang di tingkat provinsi maupun nasional. Berdasarkan data terbaru, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kota Madiun berhasil menduduki peringkat ketiga di Jawa Timur dan peringkat kelima secara nasional pada tahun ini. Capaian ini disebut sebagai buah dari konsistensi pemerintah dalam melakukan transformasi layanan dari rak buku konvensional menuju layar digital.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Madiun, Drs. Heri Wasana, dalam dialog Literasi Digital Programa 1 RRI Madiun, Selasa 28 April 2026 mengungkapkan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan masyarakat atau pemustaka (sebutan untuk pembaca buku) yang kian mencintai dunia literasi. “Ini berkat support dari semua pendengar pemustaka yang peduli dan mereka mencintai literasi itu. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih banyak kepada para pemustaka, “ tutur Heri. Dalam sehari diakui Heri total pengunjung lebih dari 200 orang, akumulasi pengunjung utama perpustakaan di Jalan Agus Salim, rumah pintar di aloon aloon Kota Madiun, dan mobil perpustakaan keliling.

Pihaknya terus berupaya mengadaptasi kemajuan teknologi agar perpustakaan tetap relevan bagi generasi muda, khususnya Gen Z yang memiliki ketergantungan tinggi pada perangkat digital seperti tablet dan ponsel pintar. Transformasi digital dinilai menjadi kunci utama dalam memperluas jangkauan akses literasi tanpa sekat ruang dan waktu. Melalui layanan digital, masyarakat kini dapat mengakses informasi dengan lebih fleksibel, ringan, dan praktis. Inovasi ini terbukti efektif dalam meningkatkan antusiasme masyarakat untuk membaca, yang pada akhirnya mendongkrak angka indeks literasi kota secara signifikan.

Sebagai bagian dari strategi digitalisasi, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Madiun kini telah menyediakan ribuan koleksi buku elektronik (e-book). “Saat ini kami memiliki koleksi buku digital sebanyak 8.656 eksemplar, dengan total judul buku fisik mencapai 41.683. Total keseluruhan buku kami ada 104.000 lebih.”tutur Heri. Selain itu, penyebaran informasi literasi juga diperluas melalui berbagai platform media sosial populer agar lebih dekat dengan gaya hidup masyarakat modern saat ini. Kehadiran media sosial seperti TikTok dan Instagram menjadi sarana vital bagi perpustakaan untuk tetap eksis di mata publik.

Dalam sesi akhir dialog Heri pun mengajak masyarakat untuk meningkatkan literasi, “ perpustakaan ini menjadi teman sejati bagi semua baik itu anak-anak, orang dewasa dan sebagainya. Ada beberapa keyakinan kami karena dengan kita meningkatkan literasi ini berarti meningkatkan harkat dan martabat bangsa kita. karena sesuai dengan tagline kami bahwasanya perpustakaan ini bangga melayani bangsa sehingga ketika semuanya terlayani semua mendapatkan hak yang sama dalam meningkatkan ilmu dan sebagainya,” tutur Heri.

.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....