Perpustakaan Kota Madiun Siap Perbarui Koleksi Ebook di Tahun 2026
- 29 Apr 2026 16:54 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Madiun terus mempermudah akses membaca bagi masyarakat melalui aplikasi "iMadiun" yang dapat diunduh di Play Store. Inovasi ini memungkinkan pemustaka (sebutan untuk pembaca perpustakaan) untuk menikmati ribuan koleksi buku digital kapan saja dan di mana saja tanpa harus datang secara fisik ke gedung perpustakaan Kota Madiun di Jalan Agus Salim, Rumah Pintar di Kawasan Aloon Aloon Kota Madiun, maupun Mobil Pintar yang berkeliling di area Kota Madiun. Langkah ini diambil guna memenuhi kebutuhan literasi di era modern yang menuntut kecepatan dan kemudahan akses internet.
Drs. Heri Wasana, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Madiun saat berbincang melalui acara Literasi Digital Programa 1 RRI Madiun, Selasa 28 April 2026 mengatakan anak muda lebih suka digital. Namun, yang senior atau mahasiswa masih banyak mencari buku manual. Buku digital itu terkadang terkendala akses WiFi atau perangkat. Sementara buku manual ada "seninya" sendiri, lebih soft di mata. “Kita tidak boleh ketinggalan kemajuan teknologi. Jika hanya mengandalkan buku fisik, lama-kelamaan kita bisa ditinggalkan oleh Gen Z. Mereka ke mana-mana bawa tablet, HP, dan laptop. Maka kami pun bertransformasi,” tutur Heri.
Diakui oleh Heri, hingga saat ini, tercatat Perpustakaan Kota Madiun memiliki 8.656 eksemplar buku digital dan lebih dari 104.000 buku fisik. Meskipun buku fisik masih memiliki penggemar setia, terutama di kalangan mahasiswa dan senior karena kenyamanan di mata, tren penggunaan e-book terus menunjukkan peningkatan yang signifikan. Hal ini mendorong dinas terkait untuk terus memperbarui koleksi digital mereka secara berkala.
Di tahun 2026, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Madiun telah menetapkan target besar untuk menambah koleksi buku digital melalui dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK). “Tahun 2025 kemarin kita fokus pada buku fisik. Insyaallah tahun 2026 ini, melalui dana DAK, sasaran utama kami adalah penambahan buku digital. Meskipun dananya harus dibagi-bagi ke seluruh Indonesia, kami tetap mengupayakan penambahan koleksi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Masyarakat juga bisa memberi masukan lewat web kami terkait buku apa yang diinginkan. “Kata Heri Wasana. Keputusan ini didasarkan pada evaluasi kebutuhan masyarakat yang semakin condong pada literasi berbasis layar. Pemerintah berharap penambahan ini dapat mencakup berbagai bidang ilmu dan genre yang diminati oleh lintas generasi.
Meski demikian, pengelola perpustakaan mengakui adanya tantangan teknis dalam penggunaan layanan digital, seperti spesifikasi perangkat pengguna yang beragam. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat inovasi layanan. Masyarakat juga tetap dipersilakan mengunjungi fasilitas fisik yang lengkap dengan ruang podcast dan ruang bermain bagi mereka yang merindukan suasana membaca konvensional.
Heri Wasana pun mengajak masyarakat untuk aktif memanfaatkan aplikasi iMadiun yang telah disediakan. Heri menjelaskan kemudahan aplikasi tersebut yang didesain ramah pengguna. "Cukup unduh aplikasi iMadiun di Play Store. Setelah mengisi beberapa data, langsung terkoneksi. Semua informasi digital bisa diakses lewat HP, tablet, atau laptop," tutur Heri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....