Putus Silaturahmi Menjadi Penghalang Doa Terkabul
- 27 Apr 2026 12:49 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Menjaga hubungan silaturahmi di era perkembangan dunia digital saat ini menghadapi tantangan baru yang semakin beragam. Meski teknologi memudahkan komunikasi, namun potensi munculnya penyakit hati justru semakin nyata. Hal ini disampaikan oleh narasumber Ustaz Amir Abdullah, M.Pd. dalam program Mutiara Pagi di RRI Madiun, Selasa 7 April 2026.
Ustadz Amir menjelaskan bahwa memutus silaturahmi bukan hanya soal tidak bertemu fisik, tetapi dimulai dari kondisi batin yang negatif. Salah satu dampak paling awal dari memutus silaturahmi adalah munculnya gangguan psikis dan penyakit hati. "Bahwa seseorang yang memutus silaturahim itu akan muncul pada dirinya penyakit hati ya. Penyakit hati ya. Salah satunya adalah buruk sangka. buruk sangka, negative thinking, istilah yang lebih kerennya sehingga itu berdampak besar pada hal yang berikutnya."
Lebih lanjut, Ustadz Amir menjelaskan bahwa jika seseorang memaafkan namun masih merasa terluka, diperbolehkan untuk menjaga jarak demi ketenangan batin, sebagaimana prinsip yang pernah dicontohkan dalam sejarah Nabi. "Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam tetap memaafkan. Cuman jangan sering-sering muncul di depan saya. Jadi kita memaafkan tapi jaga jarak. Jangan sampai itu kemudian menimbulkan luka lagi." Tutur ustadz Amir.
Ustadz Amir Abdullah, M.Pd. menekankan bahwa memutus hubungan dengan saudara kandung atau yang memiliki pertalian darah adalah hal yang harus sangat dihindari. Beliau menyebutkan bahwa ini adalah salah satu faktor utama mengapa doa seseorang tidak kunjung dikabulkan oleh Allah SWT. "Mungkin kita selama ini kan ada yang bertanya, 'Ustaz, kenapa doa saya kok gak dikabul-kabul oleh Allah? Tanpa kita sadari, tanpa kita pahami, dan tanpa kita mengerti. Ini yang menjadi penyebab doa-doa kita tidak dikabul oleh Allah. Apa? Dia memutus silaturahim." ungkap ustadz Amir.
Selain hambatan dalam doa, Ustadz Amir juga mengingatkan bahwa silaturahmi sangat erat kaitannya dengan kelapangan rezeki dan usia. Memutus silaturahmi secara sengaja tanpa alasan syar’i dapat mendatangkan kesempitan hidup dan ancaman di akhirat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....