Madiun Raya Waspadai Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang, 26-28 April 2026

  • 26 Apr 2026 10:36 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisik ( BMKG ) Nganjuk merilis, dalam 2 hingga 3 hari ke depan, curah hujan di wilayah Jawa Timur diperkirakan akan kembali meningkat. Kondisi ini dipengaruhi oleh aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang sedang berada pada fase aktif dan melintasi wilayah Indonesia, khususnya Jawa Timur. Pengamat Meteorologi dan Heofisika BMKG Nganjuk Setiyaris mengungkapkan, keberadaan MJO berkontribusi terhadap peningkatan aktivitas konveksi yang memicu pembentukan awan hujan. Selain itu, aliran massa udara basah yang berasal dari Samudra Pasifik turut memperkaya kandungan uap air di atmosfer. Kondisi ini diperkuat oleh labilitas atmosfer lokal yang cukup tinggi, sehingga mendukung proses pertumbuhan awan konvektif secara lebih intensif. Kombinasi faktor-faktor tersebut berpotensi menyebabkan peningkatan intensitas curah hujan dengan kategori sedang hingga lebat di beberapa wilayah Jawa Timur. Sedangkan cuaca wilayah Madiun Raya 26 hingga 28 April 2026 masih didominasi cerah berawan hingga hujan dengan intensitas ringan. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, bahkan dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, dengan kategori tingkat peringatan dini.

“Perlu diwaspadai hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian di Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Magetan, Ponorogo, Pacitan dan Ngawi,” ungkap Setiyaris, Minggu, 26 April 2026.

Mempertimbangkan dinamika atmosfer yang masih signifikan dalam beberapa hari ke depan, Setiyaris mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat berdampak pada bencana hidrometeorologi, seperti hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang. BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk secara berkala memantau informasi prakiraan cuaca, peringatan dini, dan peringatan cuaca ekstrem resmi melalui kanal informasi BMKG, antara lain laman http://www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial @infobmkg, serta melakukan langkah-langkah antisipatif di lingkungan sekitar guna meminimalkan potensi dampak cuaca ekstrem. ( Shabrina ).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....