Madiun Raya 23-25 April Cerah Berawan-Hujan Ringan, Waspada Hujan dan Angin Kencang

  • 24 Apr 2026 08:11 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisik ( BMKG ) Nganjuk merilis, kondisi dinamika atmosfer di wilayah Jawa Timur saat ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yang saling berinteraksi. Pergeseran pusat sirkulasi tekanan rendah ke arah barat, tepatnya di selatan Jawa Barat, menyebabkan perubahan pola aliran massa udara, sehingga suplai uap air ke wilayah Jawa Timur relatif berkurang. Meskipun demikian, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang masih melintasi Pulau Jawa tetap memberikan kontribusi terhadap potensi pembentukan awan hujan. Di sisi lain, dalam beberapa hari ke depan, wilayah Jawa Timur diperkirakan memasuki fase subsiden yang terkait dengan propagasi gelombang Rossby, yang ditandai dengan gerakan udara turun sehingga menghambat pertumbuhan awan konvektif secara luas. Pengamat Meteorologi dan Heofisika BMKG Nganjuk Setiyaris mengungkapkan, kombinasi kondisi tersebut menyebabkan kecenderungan penurunan curah hujan secara umum, namun potensi hujan masih tetap ada, terutama bersifat lokal pada siang hingga menjelang malam hari akibat pemanasan permukaan. Sedangakn untuk wilayah Madiun Raya 23 hingga 25 April masih cuaca didominasi cerah berawan hingga hujan dengan intensitas ringan. Namun perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di semua daerah.

terjadi di Kabupaten Ponorogo.

“Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang dapat terjadi di Kabupaten Ponorogo. Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian di Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Ngawi, Magetan, Ponorogo dan Pacitan,” ungkap Setiyaris, Kamis, 23 April 2026.

Mempertimbangkan dinamika atmosfer yang masih signifikan dalam beberapa hari ke depan, Setiyaris mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat berdampak pada bencana hidrometeorologi, seperti hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang. Setiyaris juga mengingatkan masyarakat untuk secara berkala memantau informasi prakiraan cuaca, peringatan dini, dan peringatan cuaca ekstrem resmi melalui kanal informasi BMKG, antara lain laman http://www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial @infobmkg, serta melakukan langkah-langkah antisipatif di lingkungan sekitar guna meminimalkan potensi dampak cuaca ekstrem. ( Shabrina ).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....