Madiun Raya 20-22 April, Curah Hujan Menurun, Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang

  • 20 Apr 2026 11:36 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisik ( BMKG ) Nganjuk merilis, dinamika atmosfir wilayah Jawa Timur masih didominasi kondisi kering dengan penurunan curah hujan yang signifikan. Hal ini dipengaruhi oleh penguatan angin monsun Australia yang membawa massa udara kering, sehingga cuaca cenderung cerah dan suhu terasa lebih panas. Pengamat Meteorologi dan Heofisika BMKG Nganjuk Setiyaris mengungkapkan, kondisi itu umum terjadi saat peralihan menuju awal musim kemarau. Namun, mulai Selasak hingga sekitar satu minggu ke depan, potensi hujan di Pulau Jawa diperkirakan meningkat, karena dipicu aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang melintas di wilayah Indonesia. Serta adanya gelombang Equatorial Rossby wave di Samudera Hindia bagian selatan Jawa. Sedangan wilayah Madiun Raya, Setiyaris menjelaskan, cuaca dalam 3 hari 21 hingga 22 April 2026 masih didominasi kondisi cerah berawan hingga hujan dengan intensitas ringan. Namun perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, serta hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi di beberapa daerah.

“Potensi peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat dapat terjadi di Kabupaten Madiun, Magetan, Pacitan dan Ngawi. Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian di Kabupaten Magetan dan Ngawi,” ungkap Setiyaris, Senin, 20 April 2026.

Mempertimbangkan dinamika atmosfer yang masih signifikan dalam beberapa hari ke depan, Setiyaris mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat berdampak pada bencana hidrometeorologi, seperti hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang. BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk secara berkala memantau informasi prakiraan cuaca, peringatan dini, dan peringatan cuaca ekstrem resmi melalui kanal informasi BMKG, antara lain laman http://www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial @infobmkg, serta melakukan langkah-langkah antisipatif di lingkungan sekitar guna meminimalkan potensi dampak cuaca ekstrem. ( Shabrtina ).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....