Cuaca Madiun Raya 17- 19 April 2026, Waspadai Hujan Sedang-Lebat di Beberapa Daerah
- 17 Apr 2026 13:21 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Nganjuk merilis, dalam 3 hari kedepan, kondisi cuaca di Indonesia masih dipengaruhi dinamika atmosfer dalam skala global, regional, dan lokal. Pada skala global, fenomena ElNiño –Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) masih berada pada fase netral. Sementara itu, pada skala regional, Monsun Australia terpantau semakin menguat dan diprakirakan masih bertahan dalam beberapa hari ke depan, sehingga mendorong masuknya massa udara yang relatif kering dari Australia ke wilayah Jawa Timur. Dominasi angin timuran di sebagian besar wilayah Indonesia juga mengindikasikan beberapa daerah mulai berangsur memasuki masa peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau. Pengamat Meteorologi dan Geofisika BMKG Nganjuk Setiyaris mengungkapkan, pada skala lokal, kondisi labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif masih dapat terjadi, masyarakat diharapkan tetap perlu meningkatkan kewaspadaan hujan dalam skala lokal terutama di sore menjelang malam hari. Secara umum cuaca dalam 3 hari kedepan untuk wilayah Madiun Raya masih didominasi kondisi cerah berawan hingga hujan dengan intensitas ringan. Namun perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat
yang dapat terjadi di Kabupaten Madiun, Magetan, Ponorogo dan Ngawi.
“Masyarat tetap harus mewaspadai terjadinya peningkatan intensitas cuaca dari hujan sedang hingga lebat yang dapat terjadi di Kabupaten Madiun, Magetan, Ponorogo dan Ngawi, “ ungkap Setiyaris, Jumat 17 April 2026.
Setiyaris mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem saat pancaroba yang dapat berdampak pada bencana hidrometeorologi, seperti hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang. BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk secara berkala memantau informasi prakiraan cuaca, peringatan dini, dan peringatan cuaca ekstrem resmi melalui kanal informasi BMKG, antara lain laman http://www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial @infobmkg, serta melakukan langkah-langkah antisipatif di lingkungan sekitar guna meminimalkan potensi dampak cuaca ekstrem. ( Shabrina ).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....