Daging Ayam Ras Jadi Penyumbang Terbesar Inflasi Maret 2026 di Kota Madiun

  • 08 Apr 2026 13:26 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun mencatat inflasi bulan Maret 2026 secara bulanan (m-to-m) sebesar 0,49 persen. Kenaikan ini didorong oleh naiknya harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau, dengan komoditas daging ayam ras sebagai penyumbang terbesar inflasi.

Kepala BPS Kota Madiun, Abdul Azis, menyampaikan inflasi bulan Maret 2026 secara bulanan merupakan yang terendah dibandingkan periode yang sama dalam tiga tahun terakhir. Di mana pada Maret 2024 Kota Madiun mengalami inflasi sebesar 0,66 persen dan pada Maret 2025 sebesar 1,41 persen.

Ia menjelaskan komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi bulan Maret 2026 secara bulanan adalah daging ayam ras. Komoditas ini mengalami kenaikan harga sebesar 5,58 persen dan memberikan andil inflasi sebesar 0,08 persen.

“Kenaikan harga ayam ras karena ada permintaan yang cukup tinggi selama bulan Maret 2026. Maret 2026 ada dua peristiwa penting yang terjadi dan kita alami bersama. Yang pertama Ramadan, itu juga walaupun kita puasa, tetapi permintaan terhadap daging ayam ras juga cukup tinggi. Kemudian di bulan Maret juga ada hari raya Idul Fitri di mana biasanya budaya kita juga ada masakan-masakan yang menggunakan daging ayam. Ada opor dan segala macamnya. Sehingga itu juga tentu akan meningkatkan permintaan terhadap daging ayam ras,” ungkapnya, Rabu (8/4/2026).

Azis mengungkap bahwa kenaikan harga daging ayam juga rutin terjadi ketika momen lebaran.

Selain itu, inflasi secara bulanan juga dipengaruhi kenaikan harga sejumlah komoditas lain, seperti bensin, beras, tomat, tarif angkutan antarkota, bayam, air kemasan, daging sapi, kangkung, serta kendaraan carter atau rental.

Di sisi lain, terdapat komoditas yang menahan laju inflasi bulan Maret 2026. Cabai rawit menjadi penyumbang penurunan terbesar setelah mengalami penurunan harga sebesar 8,42 persen dan memberikan andil negatif sebesar 0,056 persen.

“Diikuti komoditas ketimun, popok bayi, masker, bawang putih, pembersih lantai, buah salak, minyak goreng, buah apel, serta kipas angin,” lanjutnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....