Dinkes Ponorogo Temukan 64 Suspek Campak, Masyarakat Diimbau Waspada
- 07 Apr 2026 10:27 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID. Ponorogo - Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo mengimbau masyarakat waspada serta tidak menyepelekan penyakit campak atau gabagen. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Ponorogo, Anik Setyarini mengatakan, berdasarkan data hingga awal April 2026, telah ditemukan 64 suspek campak.
Jumlah itu meningkat dibanding tahun 2025 lalu yang hanya 99 suspek campak selama setahun. Dari 99 suspek, 2 balita terkonfirmasi positif serta 3 anak positif rubella setelah sampel atau spesimennya dikirim ke laboratorium.
“Tahun kemarin ada yang positif campak dan rubella, dan tahun ini mudah-mudahan semoga Ponorogo tetap aman. Jadi ini bahaya sekali, jangan abaikan campak, apalagi sampai awal April ini saja kita sudah kirimkan 64 sampel suspek campak, mudah-mudahan tidak ada yang positif campak dan rubella,” ujarnya saat berbincang dengan Pro 1 RRI Madiun, Selasa (7/4/2026).
“Tapi kewaspadaan tetap ya, bahkan rumah sakit, puskesmas, kita edukasi lewat media sosial kami serta teman-teman yang ada di wilayah kami imbau untuk mengedukasi masyarakat melalui kader-kadernya saat posyandu,” tambahnya.
Anik menyatakan, balita dan bayi sangat rentan terhadap penyakit campak. Meski begitu, orang dewasa pun juga bisa terkena campak.
Faktornya adalah kurangnya pola perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta kekebalan tubuh yang menurun. Karenanya ia mendorong masyarakat yang memiliki balita maupun anak untuk mengikutsertakan imunisasi guna meminimalisasi persebaran kasus campak.
“Imunisasi itu kan membentuk kekebalan kelompok ya. Kalau kekebalan tubuhnya baik, maka penyebarannya bisa kita tekan,” tambahnya.
Adapun gejala penyakit campak yang sering terjadi yakni panas tinggi mencapai 38 derajat celcius bahkan lebih. Kemudian mengalami flu, muncul ruam merah di awali di bagian belakang telinga lalu menyebar dari wajah ke seluruh tubuh, muncul bercak putih kecil di dalam mulut hingga mata merah. Anik menegaskan, jika muncul gejala serupa, masyarakat harus segera memeriksakan diri ke puskesmas maupun rumah sakit terdekat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....