Madiun Raya 2-4 April Cerah Berawan-Hujan Ringan, namun Perlu Waspada Hujan Lebat
- 02 Apr 2026 10:44 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) Nganjuk merilis, dinamika atmosfir wilayah Jawa Timur saat ini didominasi aliran angin dari arah timur hingga tenggara, yang berperan dalam mengangkut uap air dari Samudra Hindia menuju wilayah Jawa Timur, khususnya bagian selatan. Suplai uapa air yang cuku tinggi itu mendukung terbentuknya awan konveksi. Labilitas lokal kuat ditambah dengan adanya pertemuan angin (konvergensi) lemah dan belokan angin, memicu pertumbuhan awan secara lokal, terutaman ketika dikombinasikan dengan pemanasan permukaan pada siang hari dan pengaruh topografi. Pengamat Meteorologi dan Geofisika BMKG Nganjuk Setiyaris menjelaskan, kondisi tersebut menyebakan wilayah Jawa Timur berpotensi mengalami hujan dengan karakter lokal, durasi singkat dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai petir dan angin kencang sesaat. Secara spasial, bagian selatan cenderung lebih aktif karena pengaruh langsung suplai uap air dari laut, sementara wilayah tengah mengalami hujan lokal akibat kombinasi adveksi dan efek orografis, dan wilayah utara relatif lebih stabil meskipun masih berpotensi hujan ringan hingga sedang. Sedang wilayah Madiun Raya masih didominasi kondisi cerah berawan hingga hujan dengan intensitas ringan. Namun juga perlu diwaspadai adanya peningkatan intensitas hujan sedang hingga lebat.
“Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang dapat terjadi di Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Magetan, Ponorogo, Ngawi dan Pacitan. Selain itu intensitas hujan lebat hingga sangat lebat dapat terjadi di wilayah Kabupaten Magetan dan Ngawi serta hujan lebat yang dapat disertai kilat/petrir dapat terjadi di wilayah Kabupaten Madiun, Magetan, Ponorogo dan Ngawi,” jelas Setiyaris, Kamis, 2 April 2026.
Setiyaris mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat berdampak pada bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang. Kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu ini diharapkan menjadi perhatian dalam perencanaan terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk secara berkala memantau informasi prakiraan cuaca, peringatan dini, dan peringatan cuaca ekstrem resmi melalui kanal informasi BMKG, antara lain laman http://www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial @infobmkg, serta melakukan langkah-langkah antisipatif di lingkungan sekitar guna meminimalkan potensi dampak cuaca ekstrem. ( Shabrina ).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....