BPBD Data Pohon Rawan Tumbang di Kota Madiun, Warga Diminta Aktif Melapor
- 02 Apr 2026 09:07 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun mendata pohon rawan tumbang di seluruh wilayah sebagai upaya mitigasi adanya kejadian pohon tumbang.
Kasi Kegawatdaruratan dan Logistik BPBD Kota Madiun, Heter Hidayati, mengatakan pendataan pohon rawan tumbang telah dilakukan sejak Januari 2026. Data tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Madiun melalui kegiatan pemangkasan rutin.
"Kami data semua kelurahan se-Kota Madiun, lalu hasilnya kami laporkan ke Walikota. Dari Walikota disposisi turun ke Disperkim dan dilakukan pemotongan setiap hari. Jadi di Disperkim kami konfirmasi, ada regu yang setiap hari bertugas melakukan pemangkasan pohon-pohon yang sekiranya membahayakan di wilayah Kota Madiun," ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Meski upaya mitigasi telah dilakukan, jumlah pohon rawan tumbang yang cukup banyak serta keterbatasan personel masih menjadi tantangan dalam penanganan di lapangan. Oleh sebab itu, Heter menilai keterlibatan masyarakat penting untuk membantu mempercepat penanganan potensi kejadian pohon tumbang.
Heter berharap masyarakat sadar dan tanggap bencana. Selain itu, masyarakat juga diharapkan aktif melaporkan jika ada pohon yang berpotensi tumbang ke pihak terkait agar segera mendapat penanganan.
“Silakan lapor ke Pak RT-nya, Kasi Trantib, atau ke kelurahan untuk diteruskan ke OPD terkait pohon tumbang maupun yang lain," ucap Heter.
Sebagai contoh, BPBD Kota Madiun sebelumnya menangani pohon tumbang berukuran besar di wilayah Kelurahan Kelun, Kecamatan Kartoharjo. Laporan kejadian diterima pada Senin malam, (30/3/2026), dan langsung ditindaklanjuti tim BPBD Kota Madiun dengan asesmen awal di lokasi.
Proses penanganan lanjutan dilakukan pada Selasa pagi dengan melibatkan Disperkim, mengingat ukuran pohon yang besar membutuhkan dukungan alat berat. Proses evakuasi berlangsung sekitar tiga jam hingga penanganan selesai.
Berdasarkan hasil asesmen, pohon jenis awar-awar tersebut tumbang diduga akibat faktor usia, di mana kondisi akar sudah tidak lagi kuat menopang beban batang dan ranting yang lebat. BPBD Kota Madiun berharap pelaporan dini dari masyarakat dapat membantu mengurangi risiko kejadian serupa di kemudian hari. (UF)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....