Anggota DPR RI Dorong Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis agar Tepat Sasaran

  • 15 Mar 2026 02:13 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Magetan - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perhatian publik, khususnya terkait efektivitas pelaksanaan dan pengelolaan anggaran di lapangan.

Anggota DPR RI, Budi Sulistyono, menyampaikan bahwa secara prinsip DPR mendukung penuh upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama bagi anak-anak. Namun, ia menilai pelaksanaan program tersebut tetap perlu dievaluasi agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh penerima.

Hal tersebut disampaikan Budi Sulistyono, yang akrab disapa Kanang, usai menghadiri kegiatan buka bersama di Wisma DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan, Sabtu (14/3/2026).

“Pada prinsipnya kami tidak pernah melarang adanya program pemberian makanan bergizi kepada masyarakat. Namun jika dalam pelaksanaannya di lapangan belum memberikan manfaat secara optimal atau belum tepat sasaran, tentu perlu dilakukan evaluasi,” ujar Kanang.

Menurutnya, DPR RI melalui komisi-komisi terkait terus melakukan pengawasan serta koordinasi dengan pemerintah guna memastikan program tersebut berjalan sesuai dengan tujuan awal.

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah terkait struktur anggaran dalam program MBG. Dalam perhitungan awal, alokasi anggaran untuk setiap anak disebut mencapai sekitar Rp15.000.

Namun, berdasarkan sejumlah informasi yang berkembang di lapangan, nilai makanan yang diterima disebut berkisar antara Rp7.000 hingga Rp8.000 per anak. Kondisi ini memunculkan pertanyaan terkait efektivitas distribusi anggaran program tersebut.

Kanang menilai, transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran sangat penting, mengingat program MBG memiliki nilai anggaran yang cukup besar.

“Negara telah mengalokasikan anggaran yang bersumber dari pajak masyarakat. Karena itu, pelaksanaannya harus benar-benar transparan dan memberikan manfaat maksimal bagi penerima,” tegasnya.

Ia berharap evaluasi secara menyeluruh dapat dilakukan guna memastikan tata kelola program berjalan lebih baik, transparan, serta tepat sasaran.

Dengan demikian, tujuan utama program untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia dapat tercapai secara optimal.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....