Kasus Campak Mulai Muncul di Magetan, Dinkes Tingkatkan Edukasi dan Imunisasi
- 12 Mar 2026 01:09 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Magetan - Meski belum meluas, kasus campak di Kabupaten Magetan mulai muncul dan menjadi perhatian Dinas Kesehatan. Momen arus mudik dan berkumpulnya masyarakat saat Lebaran dikhawatirkan meningkatkan risiko penularan, sehingga upaya pencegahan melalui edukasi dan imunisasi menjadi prioritas.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan, Suwantiyo, menyampaikan bahwa pada 2025, jumlah kasus terduga atau suspect tercatat sekitar 43 orang, namun yang terkonfirmasi hanya tiga kasus. Sementara hingga awal 2026, terdapat sepuluh kasus terduga yang kini masih menunggu hasil laboratorium dari BKLKM Surabaya.
“Memang kasus campak mulai muncul di Indonesia, Jawa Timur, dan Magetan. Untuk 2025, kasus terduga ada 43, yang terkonfirmasi tiga. Tahun ini ada sepuluh kasus terduga dan kami masih menunggu hasil laboratorium,” ujar Suwantiyo, Rabu, 11 Maret 2026.
Kasus terduga tersebut tersebar di beberapa kecamatan di Magetan. Meski demikian, pihak Dinas Kesehatan menegaskan langkah antisipasi telah dilakukan, termasuk edukasi kepada masyarakat dan penanggung jawab program kesehatan.
“Upaya yang kami lakukan meliputi edukasi kepada masyarakat dan penanggung jawab program. Ke depan kami juga akan membuat flyer untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai campak serta upaya pencegahannya,” tambahnya.
Suwantiyo menekankan pentingnya imunisasi campak sebagai langkah pencegahan. Meski ada sebagian kecil masyarakat yang menolak imunisasi karena rasa takut atau keyakinan tertentu, pihaknya berharap kasus yang muncul dapat meningkatkan kesadaran akan manfaat imunisasi.
“Penolakan imunisasi ada, tapi jumlahnya sedikit. Harapannya dengan adanya kasus ini, masyarakat lebih memahami dampak campak dan pentingnya imunisasi,” ujarnya.
Selain itu, Suwantiyo mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap risiko penularan campak, terutama saat momen Lebaran di mana banyak keluarga berkumpul. Ia menghimbau warga yang mengalami gejala mirip campak, seperti batuk dan pilek, segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
“Campak mudah menular, apalagi saat masyarakat berkumpul. Masyarakat diharapkan segera memeriksakan diri jika mengalami gejala, serta menjaga pola hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan, menggunakan masker, dan menjaga kebersihan lingkungan,” pungkasnya.
Dengan langkah-langkah ini, Dinkes Magetan berharap kasus campak dapat dikendalikan dan program imunisasi berjalan optimal, sehingga kesehatan masyarakat tetap terjaga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....