Potensi Hujan Lebat di Kabupaten Madiun, Lebat Disertai Petir di Ngawi dan Magetan
- 17 Mar 2026 10:34 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Nganjuk merilis, intensitas curah hujan wilayah Madiun Raya tidak merata dalam 3 hari kedepan, 17 hingga 19 Maret 2026. Pengamat Meteorologi dan Geofisika BMKG Nganjuk, Setiyaris mengungkapkan, secara umum cuaca dalam 3 hari kedepan wilayah Madiun Raya masih didominasi hujan dengan kategori ringan hingga sedang. Namun perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang, kilat atau petir. Setiyaris menyebut, potensi peningkatan hujan lebat hingga sangat lebat dapat terjadi di wilayah Kabupaten Madiun. Sedangan potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir dapat terjadi di wilayah Magetan dan Ngawi.
“Jadi hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian meliputi, wilayah Kabupaten Madiun berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat, kemudian hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dapat terjadi di wilayah Kabupaten Magetan dan Ngawi,” ungkap Setiyaris, Selasa, 17 Maret 2026.
Menurut Setiyaris, kondisi cuaca itu dipengaruhi pola aliran udara di wilayah Jawa Timur yang didominasi oleh angin baratan. Sirkulasi siklonik terpantau di sekitar Kalimantan dan Barat Daya Jawa Barat yang menyebabkan daerah pertemuan angin sepanjang Jawa Tengah hingga Jawa Timur, yang meningkatnya suplai uap air dan kondisi atmosfer yang labil, sehingga pertumbuhan awan hujan menjadi masif di sepanjang daerah konvergensi. Setiyaris menegaskan, mempertimbangkan dinamika atmosfer yang masih signifikan dalam beberapa hari ke depan, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat berdampak pada bencana hidrometeorologi, seperti hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang. BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk secara berkala memantau informasi prakiraan cuaca, peringatan dini, dan peringatan cuaca ekstrem resmi melalui kanal informasi BMKG, antara lain laman http://www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial @infobmkg, serta melakukan langkah-langkah antisipatif di lingkungan sekitar guna meminimalkan potensi dampak cuaca ekstrem. ( Shabrina ).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....