BMKG Nganjuk Mengingatkan, Tidak Terpengaruh Narasi Dampak Modifikasi Cuaca

  • 16 Mar 2026 19:34 WIB
  •  Madiun

RRI,CO.ID, Madiun - Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Nganjuk mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh dengan berita yang belum jelas sumber dan kebenarannya, terkait kondisi cuaca dampak dari adanya Operasi Modofikasi Cuaca ( OMC ) yang dilakukan BPBD Jawa Timur. Khususnya narasi yang ada di media sosial yang menyebutkan adanya OMC terus-menerus menyebabkan cuaca tidak stabil. Narasi tersebut muncul karena setelah pemerintah provinsi Jawa Timur menyiapkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem selama masa mudik dan libur Idul Fitri 2026. Menurut rencana OMC akan dilakukan selama 10 hari, yakni lima hari sebelum Lebaran hingga lima hari setelah Lebaran atau mulai 16 Maret sampai dengan 25 Maret 2026. Pengamat Meteorologi dan Geofisika BMKG Nganjuk, Setiyaris menjelaskan, masyarakat tidak perlu khawatir dengan adanya OMC, sebab tujuannya justru untuk mengurangi risiko terjadinya bencana akibat cuaca ekstrem. Menurut Setiyaris, OMC dilakukan secara terukur dan berdasarkan ilmu pengatahuan.

“Jadi Operasi Modofikasi Cuaca (OMC) dilakukan secara terukur dan dengan berbasis sains. OMC dilakukan dengan metode penyemaian bahan berupa kapur dan garam pada awan untuk mengendalikan potensi hujan berintensitas tinggi,” ungkap Setiyaris, Senin, 16 Maret 2026.

Dikatakan, dengan adanya OMC justru diharapkan masyarakat dapat melakukan perjalanan Mudik maupun Balik serta merayakan Idul Fitri dengan nyaman, tanpa adanya bencana hidrometeorologi yang tidak diharapkan. Seperti diketahui, sejumlah wilayah di Jawa Timur menjadi prioritas sasaran pelaksanaan OMC, terutama daerah dengan potensi curah hujan tinggi maupun kawasan yang diperkirakan ramai selama libur Lebaran. Beberapa di antaranya meliputi Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Trenggalek, Situbondo, Probolinggo, Pacitan, hingga wilayah Malang selatan. ( Shabrina ).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....