Korban Meninggal akibat Ledakan Petasan di Ponorogo Bertambah

  • 06 Mar 2026 16:57 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Ponorogo - AF (20) warga Desa Morosari, Kecamatan Sukorejo Ponorogo meninggal dunia pada Kamis (5/3/2026) setelah menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Harjono Ponorogo. Dia menjadi salah satu korban ledakan mercon atau petasan rakitan di Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman pada Minggu lalu (1/3/2026).

Humas RSUD dr. Harjono, Sugianto mengatakan, AF mengalami luka bakar 36 persen. Bahkan lukanya mengganggu saluran pernapasan.

Tak hanya itu, luka bakar akibat ledakan juga mengenai bagian leher AF sehingga pembuluh darah dan jalan napas terganggu. Di RSUD Harjono, yang bersangkutan dirawat selama empat hari di ruang ICU.

"Memang membutuhkan perawatan intensif karena ada gangguan pernapasan. Di ICU pun selama empat hari ini pasien menggunakan alat bantu napas. Dokter dan teman-teman perawat sudah melakukan yang terbaik untuk pasien. Dan pasien meninggal jam 05.40 WIB," ujarnya.

Sementara itu Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo membenarkan jika satu dari dua pasien ledakan petasan yang dirawat di RSUD Harjono, meninggal. Itu karena yang bersangkutan mengalami luka berat akibat ledakan petasan.

"Dari laporan Kapolsek dan Kasat Reskrim bahwa korban petasan yang luka berat, tadi pagi meninggal dunia. Dan kemarin dari Gegana juga sudah turun, termasuk Labfor juga turun, tinggal kita tunggu hasil tertulis dalam waktu dekat," ungkapnya.

"Pada prinsipnya bahan untuk membuat petasan itu low impact, dan untungnya petasan itu dibuat di luar rumah, sehingga daya ledaknya menyebar. Kalau itu dibuat di dalam rumah, tentu akan berdampak lebih fatal lagi," terangnya.

Hingga berita ini diturunkan, satu korban ledakan petasan masih menjalani perawatan di RSUD Harjono. Dia adalah HA (23) warga Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Ponorogo yang mengalami luka bakar sekitar 16 persen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....