Gegana Polda Jatim Investigasi Ledakan Petasan di Ponorogo, Ini Hasilnya
- 02 Mar 2026 20:06 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Ponorogo - Detasemen Gegana Satbrimob Polda Jatim turut melakukan investigasi di lokasi ledakan petasan rakitan atau mercon di Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Ponorogo, Senin (2/3/2026). Komandan Detasemen (Danden) Gegana Satbrimob Polda Jatim, Kompol Dyan Vicky Sandi mengatakan, hasil investigasi di lapangan ditemukan bahan kimia dari sisa ledakan mercon tersebut.
"Investigasi kami sementara dari Gegana, kami temukan bahan-bahannya ada unsur belerang, kemudian ada putas atau boosternya kelengkeng yang dibuat disini itu bisa dipastikan low explosive atau black powder," ujarnya.
Kompol Sandi menuturkan, dugaan sementara ledakan petasan itu terjadi karena adanya percikan api. Namun, penyebab pastinya masih menunggu hasil investigasi penyidik Polres Ponorogo yang dibawa ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polda Jatim.
Meski begitu, karena jumlah bahan peledaknya sekitar 2-5 kilogram, membuat daya ledaknya sangat keras. Pun juga berakibat fatal hingga merenggut nyawa.
"Bahan peledak itu tidak tergantung dari jenisnya apa, tapi ketika itu jumlahnya besar, daya ledaknya tinggi, maka dampaknya bisa membahayakan atau merenggut nyawa seseorang karena tekanannya sangat tinggi," tuturnya.
Sejumlah barang bukti turut diamankan dari lokasi kejadian. Di antaranya selongsong, bungkus dari belerang serta putas atau bahan kimia lainnya.
"Barang seperti ini bisa didapatkan oleh masyarakat secara luas," katanya.
Ia mengimbau masyarakat tidak bermain-main dengan bahan peledak karena dapat berakibat fatal. Kompol Sandi merinci, sepanjang tahun lalu ada 23 kejadian ledakan petasan di wilayah Jawa Timur.
"Minggu lalu kejadian di Situbondo juga ada yang meninggal. Jadi kami harap kepada masyarakat tidak membuat bahan peledak seperti ini, apalagi Polres disini sudah melakukan operasi penyakit masyarakat ya," terangnya.
Di satu sisi, ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuat atau merakit petasan. Itu semua bertujuan demi keselamatan dan keamanan bersama.
"Selama ramadhan ini ada dua TKP. Kami harap tidak ada TKP lagi yang seperti ini, karena kerugiannya sangat banyak, korban jiwa sampai materi. Apalagi ini juga mau hari raya kan, kalau ada kejadian seperti ini kan sangat memprihatinkan," tegasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....