Sambut Ramadan 1447 H, Jamaah Masjid Nurul-Abror Madiun Gelar Megengan

  • 17 Feb 2026 21:59 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, puluhan jamaah masjid Nurul Abror, jl. Kalimantan Kota Madiun menggelar tradisi megengan. Megengan merupakan tradisi masyarakat jawa, khususnya Jawa Timur, untuk menyambut bulan suci Ramadan. Berasal dari kata megeng (menahan), tradisi itu melambangkan persiapan batin untuk menahan hawa nafsu selama puasa serta bentuk syukur dan ajang silaturahmi. Tradisi megengan di masjid Nurul Abror dilaksanakan dengan tahlil dan doa bersama, Senin malam, 16 Februari 2026. Kegiatan yang menjadi agenda tahunan setiap menjelang puasa, dilaksanakan secara swadaya oleh jamaah masjid setempat. Jamaah masjid secara mandiri mengumpulkan nasi kotak untuk dibagi-bagikan usai doa bersama. Menanggapi tradisi megengan, Ketua Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) Kota Madiun Dr. KH. Miftahul Huda, M.Pd.I mengungkapkan, merujuk sejarah megengan merupakan tradisi yang diajarkan para Walisongo pada masyarakat Jawa, yang sampai sekarang masih dilestarikan.

“Megengan merupakan tradisi yang positif yang diajarkan Wali Songo, yang di dalamnya mengandung ajaran kebaikan yang sampai sekarang masih dilestarikan. Dalam ajaran ajaran islam juga terkenal dengan istilah adat yang baik atau tradisi yang baik bisa jiga bisa dijadikan sebagai ajaran yang baik pula,” jelas Dr. KH. Miftahul Huda, M.Pd.I., Selasa, 17 Februari 2026

KH. Miftahul Huda berharap, kegembiraan menyambut datangnya bulan ramadan tidak hanya berhenti di megengan, tetapi umat isla harus benar-benar gembira melaksanakan puasa dan meningkatkan amalan ibadah lainnya.

Sebab bulan ramadan merupakan bulan yang penuh berkah, ampunan dan rahmat, yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menjadi orang yang bertaqwa. ( Shabrina ).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....