Juru Bahasa Isyarat Ngawi Ceritakan Cara Belajar Bahasa Isyarat

  • 08 Feb 2026 08:30 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Ngawi - Juru bahasa isyarat di Kabupaten Ngawi, Faisal Cahyo Laksono, menyebut belajar bahasa isyarat dapat dilakukan melalui berbagai cara. Berdasarkan pengalamannya, bahasa isyarat dapat dipelajari baik secara formal maupun informal. 

Faisal bercerita, perjalanannya belajar bahasa isyarat berawal ketika ia menempuh pendidikan di program studi Pendidikan Luar Biasa. Saat terjun ke dunia disabilitas, ia mengaku lebih tertarik pada teman-teman tuli karena memiliki bahasa isyarat sebagai alat komunikasi. 

Setelah lulus kuliah, Faisal mengambil kursus di Pusbis atau Pusat Bisindo untuk mempelajari bahasa isyarat lebih dalam sekaligus memperoleh sertifikat.

“Setelah saya lulus kuliah, saya mengambil kursus di Pusbis atau Pusat Bisindo. Informasinya di internet ada, di Instagram atau website. Setelah itu nanti juga dapat sertifikat. Jadi sebelum menjadi juru bahasa isyarat, saya belajar lagi supaya lebih fasih dan juga punya sertifikat itu untuk kelegalannya,” jelas Faisal, Sabtu, 7 Februari 2026.

Selain jalur formal, Faisal menyebut belajar bahasa isyarat juga bisa dilakukan secara informal melalui komunitas. Di Kabupaten Ngawi, Faisal menyebut terdapat komunitas Gerkatin yang menjadi wadah teman-teman tuli. Menurutnya, komunitas tersebut biasanya berkumpul pada hari Sabtu atau pada hari Jumat setelah salat Jumat, dengan lokasi pertemuan yang bergantian, baik di rumah anggota maupun di saat Car Free Day (CFD).

Faisal menyebut komunitas tuli sangat terbuka bagi siapa pun yang ingin belajar bahasa isyarat. Menurutnya, teman-teman tuli justru merasa senang dan bangga ketika ada orang yang tertarik mempelajari bahasa mereka. Karena itu, ia kerap mengajak orang-orang di sekitarnya untuk bergabung dan belajar bersama.

"Teman-teman tuli itu kalau ada orang yang mau belajar bahasa isyarat, mereka excited sekali, sangat bangga. Banyak teman-teman saya, saya ajak gabung belajar bahasa isyarat," ucap Faisal

Selain berkumpul, Faisal juga menyampaikan bahwa komunitas Gerkatin di Kabupaten Ngawi memiliki aktivitas lain salah satunya pelatihan bahasa isyarat Al-Qur’an yang melibatkan sekolah-sekolah luar biasa (SLB) di Kabupaten Ngawi.

"Kalau di Ngawi itu ada pelatihan dari Gerkatin-nya itu mengajak semua sekolah-sekolah SLB di Kabupaten Ngawi itu untuk belajar isyarat Al-Qur'an. Jadi komunitasnya kuat banget," ucap Faisal.

Melalui pengalaman tersebut, Faisal menilai belajar bahasa isyarat tidak selalu harus dimulai dari jalur formal. Masyarakat dapat memilih berbagai cara sesuai kebutuhan, baik melalui pendidikan dan pelatihan bersertifikat maupun dengan terlibat langsung dalam komunitas yang telah ada. (UF)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....