BPBD Kota Madiun Siagakan TRC Hadapi Potensi Cuaca Ekstrem

  • 04 Feb 2026 17:09 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda merilis peringatan potensi cuaca ekstrem di Jawa Timur pada 1–10 Februari 2026. Kota Madiun termasuk salah satu wilayah yang berpeluang terdampak cuaca ekstrem tersebut.

Menyikapi peringatan itu, Kasi Kegawatdaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun, Heter Hidayati, menyampaikan pihaknya menyiagakan regu Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk mengantisipasi potensi munculnya berbagai dampak akibat cuaca ekstrem.

"Kita ada empat regu siaga TRC (Tim Reaksi Cepat) yang siap 24 jam, tangguh dalam mengatasi pengaduan masyarakat maupun cuaca ekstrem yang ada. Jadi selain pengaduan kita juga patroli di lingkungan wilayah," ungkap Heter, Rabu 4 Februari 2026.

Selain personel, Heter menyampaikan pihaknya juga menyiapkan peralatan kebencanaan, kendaraan hingga logistik. Peralatan tersebut meliputi pompa air untuk antisipasi genangan, genset untuk antisipasi pohon tumbang, kendaraan operasional, sarana kebersihan, serta logistik makanan siap saji guna menghadapi potensi bencana hidrometrologi. 

Heter menyebut bencana hidrometrologi yang kerap terjadi di Kota Madiun berupa hujan deras disertai angin kencang yang berpotensi menyebabkan pohon tumbang dan genangan air, terutama saat cuaca tidak menentu pada masa peralihan musim. 

Heter pun mengungkap BPBD Kota Madiun mencatat laporan adanya genangan air di gang kawasan Jalan Sawo, Kota Madiun, akibat hujan berintensitas tinggi. Namun, genangan tersebut dilaporkan surut dalam waktu sekitar 30 menit.

"Jadi di situ sebenarnya sudah ada sumur pompanya, punyanya pekerjaan umum yang jalan terus. Karena intensitas hujan agak tinggi, akhirnya debitnya agak naik. Tapi pompanya nyedot terus. Dalam waktu singkat sudah hilang airnya, kami ke sana sudah tidak ada," lanjut Heter.

Lebih lanjut, Heter menyampaikan BPBD Kota Madiun mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan pemeliharaan rumah sejak dini, terutama bagi bangunan yang berada di jalur atau zona dengan intensitas aliran air tinggi seperti di sekitar sungai. Warga juga diminta memperhatikan kondisi pohon di sekitar rumah dan berkoordinasi dengan pihak terkait apabila terdapat pohon yang berpotensi membahayakan keselamatan saat hujan deras disertai angin kencang. (UF).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....