Kuatnya Paguyuban Dinilai Picu Langgengnya Praktik Getok Harga di Sarangan
- 31 Jan 2026 21:39 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Magetan - Praktik getok harga yang kerap dikeluhkan wisatawan di kawasan wisata Telaga Sarangan, Kabupaten Magetan, dinilai berkaitan erat dengan kuatnya peran paguyuban pelaku usaha. Dominasi paguyuban tersebut disebut membuat upaya intervensi dari pemerintah daerah maupun DPRD menjadi tidak mudah dilakukan.
Direktur Lembaga Perlindungan Konsumen Satya Dharma Wilaga (LPK SDW) Magetan, Gunadi, mengatakan hampir seluruh jenis usaha di kawasan Sarangan berada di bawah naungan paguyuban, mulai dari jasa perahu wisata, penyewaan kuda, pedagang kaki lima, hingga pengelola hotel dan restoran.
“Hampir semua pelaku usaha di Sarangan tergabung dalam paguyuban. Dalam praktiknya, mereka cenderung lebih patuh pada kesepakatan internal paguyuban dibandingkan aturan dari pemerintah,” ujar Gunadi, Rabu 14 Januari 2026
Menurutnya, kondisi tersebut berdampak pada lemahnya pengawasan dan penertiban praktik getok harga. Meskipun keluhan wisatawan sering muncul, penindakan kerap tidak berjalan maksimal karena adanya solidaritas antarpelaku usaha.
“Ketika ada laporan, sering kali yang terjadi adalah saling melindungi. Ini yang membuat praktik getok harga sulit diberantas,” katanya.
Gunadi menegaskan, paguyuban seharusnya menjadi mitra strategis pemerintah dalam menciptakan iklim usaha yang sehat dan adil, bukan justru menjadi penghalang dalam penegakan aturan.
“Kalau oknum yang melanggar terus dibiarkan, dampaknya bukan hanya ke konsumen, tapi juga ke pelaku usaha lain yang sebenarnya sudah berusaha jujur,” tegasnya.
Ia mengingatkan, pembiaran terhadap praktik getok harga berpotensi merusak citra Sarangan sebagai destinasi wisata unggulan. Jika tidak ada pembenahan serius, wisatawan bisa kehilangan kepercayaan dan memilih destinasi lain.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....