30 SPPG di Magetan Masih Vakum,Sekda Pastikan Pemantauan Layanan MBG Berjalan

  • 31 Jan 2026 20:24 WIB
  •  Madiun

KBRN, Magetan: Pascapembukaan sekolah tahun 2026, layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Magetan belum sepenuhnya pulih. Satuan Tugas (Satgas) MBG mencatat hanya 10 dari total 40 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang kembali aktif melayani masyarakat hingga Kamis (8/1/2026), sementara 30 SPPG lainnya masih terhenti karena keterlambatan pencairan dana operasional dari pemerintah pusat.

Sekda Magetan yang juga Ketua Satgas MBG, Welly Kristanto, menyatakan bahwa sebagian besar SPPG sempat berhenti sementara selama libur akhir tahun. “Saat ini 10 titik sudah kembali melayani masyarakat, tetapi 30 titik lainnya masih menunggu pencairan dana dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Welly menambahkan bahwa Pemkab Magetan terus melakukan pemantauan dan komunikasi dengan para koordinator SPPG untuk memastikan layanan MBG tetap berjalan di lokasi-lokasi yang sudah aktif. “Kami memastikan pengawasan berjalan ketat, meskipun pencairan dana berada sepenuhnya di tangan pemerintah pusat. Kami menunggu informasi terbaru agar seluruh SPPG bisa segera beroperasi,” tegasnya.

Daftar SPPG yang telah kembali melayani antara lain Sukomoro Tamanan, Takeran Madigondo, Magetan 2, Poncol Janggan, Poncol Poncol, Plaosan Plaosan, Ngariboyo Banyudono, Panekan Milangasri, Magetan Baron, dan Plaosan Buluharjo.

Program MBG menjadi salah satu prioritas nasional untuk memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah dan kelompok rentan, sehingga setiap keterlambatan operasional berdampak pada pemenuhan gizi masyarakat.

Welly menekankan bahwa Satgas MBG Kabupaten Magetan terus mengupayakan percepatan kembalinya seluruh SPPG agar program ini berjalan merata. “Kami harap masyarakat dapat memanfaatkan layanan yang ada dan tetap bersabar menunggu pulihnya operasional semua SPPG,” pungkasnya.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....