RSUD dr Harjono Ponorogo Miliki Alat Pemeriksaan OAE

  • 31 Jan 2026 01:21 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Ponorogo - RSUD dr Harjono Ponorogo memiliki alat untuk melakukan pemeriksaan otoacoustic emission (OAE) guna mendeteksi kemungkinan gangguan pendengaran sedari dini pada bayi. Pemeriksaan dilakukan terhadap kelompok bayi lahir normal maupun bayi risiko tinggi.

Dokter pun akan memastikan diagnosis lewat pemeriksaan brainstem evoked response audiometry (BERA) jika mendapati gangguan pendengaran pada pasien. Menurut Serafika Permoni Putri Manyakori, dokter Spesialis Telinga, Hidung, Tenggorokan–Bedah Kepala dan Leher (THT-KL) RSUD dr Harjono Ponorogo, deteksi dini membuka peluang intervensi lebih cepat.

Idealnya sebelum usia 1 bulan sudah dilakuka skrining dengan OAE, dan sebelum usia 3 bulan dilakukan BERA. Jika ada gangguan pendengaran sudah mendapat terapi habilitasi menggunakan alat bantu dengar (ABD).

Ini menjadi langkah penting untuk meminimalkan lost time pada masa emas perkembangan otak yang berlangsung sejak lahir hingga usia lima tahun.

"Periode paling krusial adalah pada tiga tahun pertama kehidupan. Anak dapat segera mendapatkan penanganan berupa alat bantu dengar, terapi wicara, maupun stimulasi khusus sesuai kebutuhan,” kata Serafika sebagaimana dikutip dari website resmi Pemkab Ponorogo, Rabu (28/1/2026).

Menurut dia, gangguan pendengaran yang tidak terdeteksi sejak awal kerap menjadi masalah di kemudian hari. Tanpa skrining awal, gejala gangguan pendengaran pada anak sering kali terlihat ketika anak mengalami keterlambatan bicara.

“Keterlambatan bicara tidak selalu menunjukkan anak tuli. Namun, perkembangan kemampuan berbicara sangat berkaitan dengan kemampuan mendengar,” jelasnya.

Menurutnya, jika kemampuan mendengar tidak optimal, otak tidak menerima rangsangan suara yang cukup untuk mendukung perkembangan bicara dan bahasa anak. Kondisi ini berpotensi berdampak luas, mulai dari kemampuan belajar, perkembangan kognitif, hingga interaksi sosial dan emosional anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....