SMPN 13 Kota Madiun Gelar Sosialisasi Kebencanaan dan Animal Rescue
- 28 Jan 2026 15:29 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun – Sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi potensi bencana alam serta gangguan hewan di musim penghujan, SMP Negeri 13 Kota Madiun menggelar sosialisasi kebencanaan dan animal rescue, Rabu 28 Januari 2026. Kegiatan ini menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun sebagai narasumber.
Kepala SMP Negeri 13 Kota Madiun, Anik Suyatni, menilai sosialisasi kebencanaan penting diberikan kepada siswa sejak dini, mengingat Indonesia merupakan negara yang rawan bencana. Oleh karena itu, siswa perlu dibekali pemahaman dasar agar mampu bersikap tepat saat menghadapi situasi darurat.
Selain materi kebencanaan, sosialisasi juga memuat materi penanganan hewan atau animal rescue. Anik menjelaskan, materi tersebut diperlukan untuk menghadapi potensi gangguan hewan yang kerap muncul pada musim penghujan.
“Dengan sosialisasi ini kita tahu bagaimana cara mengatasi gangguan hewan, dan yang penting adalah tidak membahayakan keselamatan manusia. Cara penanganannya benar, tidak sekadar dibunuh karena itu juga akan mengganggu ekosistem. Sehingga butuh edukasi seperti ini supaya ada penanganan yang benar,” ujar Anik.
Sementara itu, Kasi Kegawatdaruratan dan Logistik BPBD Kota Madiun, Heter Hidayati, berharap kegiatan ini dapat membekali siswa agar lebih siap dan tidak panik ketika menghadapi bencana, termasuk gempa bumi yang belum lama ini dirasakan di wilayah Kota Madiun.
Heter menambahkan, siswa juga perlu memahami langkah yang tepat saat menghadapi gangguan hewan. Mereka diharapkan mampu menilai apakah kondisi tersebut masih dapat ditangani secara mandiri atau justru berisiko.
“Apabila berbahaya, tetap menghubungi petugas di call center 112 atau menghubungi BPBD maupun Damkar Kota Madiun,” ucap Heter.
Sosialisasi tersebut diikuti sekitar 200 siswa yang merupakan perwakilan kelas VII, VIII, dan IX SMP Negeri 13 Kota Madiun. Ke depan, pihak sekolah berupaya agar kegiatan serupa dapat diikuti oleh seluruh siswa sehingga edukasi kebencanaan dapat tersampaikan secara menyeluruh.
Selain penyampaian materi di dalam kelas, BPBD Kota Madiun juga memberikan pelatihan melalui praktik simulasi ketika terjadi gempa bumi, sebagai bentuk pembelajaran langsung bagi para siswa. (UF)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....