Setahun Seribu Gempa, BPBD Pacitan Khawatir Warga Terbiasa

  • 28 Jan 2026 14:09 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Kabupaten Pacitan tercatat sebagai salah satu daerah dengan aktivitas kegempaan yang sangat tinggi di Indonesia. Dalam dua tahun terakhir, wilayah ini diguncang gempa hingga ribuan kali setiap tahunnya. Fenomena alam yang terjadi hampir setiap hari ini menciptakan situasi yang unik sekaligus dilematis bagi pemerintah setempat.

Tingginya frekuensi getaran ini membuat masyarakat Pacitan mulai menganggap gempa sebagai bagian dari rutinitas harian. Namun, kondisi ini justru menjadi perhatian serius bagi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan karena adanya risiko penurunan kewaspadaan.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Pacitan, Erwin Andri Atmoko, S.STP., MM., mengungkapkan bahwa kebiasaan masyarakat dalam menghadapi gempa kini berada di titik yang cukup mengkhawatirkan dari sisi mitigasi.

"Di Pacitan itu dalam satu tahun kejadian gempa pasti di atas seribu kali. Ini menjadi dilema bagi kami. Di satu sisi masyarakat memang sudah terbiasa, tapi kami khawatir mereka jadi mengabaikan (aba). Contohnya, setelah ada kejadian gempa, semua aktivitas langsung normal kembali. Di pasar-pasar tidak ada lagi pembicaraan soal gempa, seolah itu hal biasa. Kami khawatir jika nanti terjadi gempa dengan skala dan guncangan yang jauh lebih besar, masyarakat tidak lagi memiliki kesiapsiagaan yang semestinya," ujar Erwin.

BPBD mencatat bahwa seringkali sesaat setelah guncangan berhenti, warga tidak lagi melakukan prosedur pengamanan diri dan langsung melanjutkan pekerjaan seolah tidak terjadi apa-apa. Sikap "terlalu tenang" ini dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan jika suatu saat gempa besar benar-benar terjadi.

Pihak BPBD terus berupaya memberikan pemahaman bahwa meskipun gempa kecil sering terjadi, kewaspadaan tidak boleh kendur. Edukasi mengenai mitigasi bencana tetap menjadi prioritas agar masyarakat tidak terjebak dalam rasa aman palsu akibat terbiasa dengan guncangan skala kecil. (Shabrina)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....