Shalat Tanpa Khusuk, Ibarat Tubuh Tanpa Jiwa
- 27 Jan 2026 07:49 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID,Madiun - Dalam acara Mimbar Agama Islam yang disiarkan RRI Pro 1 Madiun, Ustadz Yusuf Ahmad Muazam Syah menegaskan bahwa perintah salat dalam Al-Qur’an bukan sekadar melaksanakan gerakan, melainkan menegakkan salat secara utuh dan sempurna. Menurutnya, istilah “aqimus shalah” yang berulang kali disebut dalam Al-Qur’an mengandung makna mendalam, yakni melaksanakan salat dengan memenuhi syarat, rukun, waktu, serta menghadirkan kekhusyukan.
“Menegakkan salat bukan hanya gerakan lahiriah, tetapi membangun salat secara sempurna, baik lahir maupun batin,” ujar Ustadz Yusuf. Ia menjelaskan, berdasarkan tafsir para ulama seperti Ibnu Katsir, Al-Tabari, dan As-Sa’di, menegakkan salat memiliki beberapa makna penting. Di antaranya adalah melaksanakan salat tepat waktu, memenuhi rukun dan syaratnya, dilakukan secara terus-menerus, serta dikerjakan dengan khusyuk. “Salat tidak boleh dilakukan sekadar menggugurkan kewajiban. Harus tepat waktu, sesuai rukun, dan dikerjakan dengan kesadaran penuh bahwa kita sedang menghadap Allah,” jelasnya.
Ustadz Yusuf juga menekankan pentingnya kekhusyukan, karena khusyuk merupakan ruh dari salat.“Khusyuk itu ruh salat. Jika salat tanpa khusyuk, ibarat tubuh tanpa jiwa,” katanya mengutip pendapat para ulama. Selain itu, ia mengingatkan bahwa salat sebaiknya dilakukan secara berjamaah, karena memiliki keutamaan lebih besar dibandingkan salat sendiri. Salat berjamaah juga mencerminkan makna menegakkan salat secara nyata, sebagaimana lafaz qad qamatis shalah dalam iqamah.
Lebih lanjut, Ustadz Yusuf menyampaikan bahwa tujuan utama dari salat adalah membentuk akhlak dan menjauhkan seseorang dari perbuatan keji dan mungkar. “Jika salat kita benar, maka perilaku kita akan terjaga. Salat yang ditegakkan dengan baik akan membentuk akhlak dan ketaatan kepada Allah,” tegasnya.
Ia pun mengajak para pendengar untuk terus memperbaiki kualitas salat, mulai dari menjaga waktu, kekhusyukan, hingga konsistensi dalam menjalankannya. “Salat adalah tiang agama. Jika salat tegak, maka agama pun akan tegak dalam diri kita,”, tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....