Banyu Biru Dorong Kreativitas Puluhan Pelaku Seni Madiun Raya Lewat Workshop Strategis

  • 23 Nov 2025 07:22 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun: Sebanyak 70 pelaku seni dari Kota dan Kabupaten Madiun mengikuti workshop strategis digital yang digelar di Sun Hotel Madiun, dipimpin Anggota DPR RI Banyu Biru Djarot, bekerja sama dengan Kemenparekraf RI, Sabtu (22/11/2025).

Kegiatan ini dirancang sebagai forum strategis untuk membekali para pelaku seni dengan pengetahuan praktis mengenai pemasaran digital, manajemen branding, teknik pengemasan program pertunjukan, dan pemanfaatan media sosial untuk menjangkau audiens lebih luas.

Banyu Biru menekankan pentingnya belajar dan menimba ilmu bagi seluruh pelaku kesenian. Ia juga menyapa kelompok-kelompok seni yang hadir. Menurutnya dunia kesenian memiliki potensi kekuatan ekonomi yang besar.

“Promosi seni rupa dan seni pertunjukan, kalau kita mau serius, itu masuk dalam ranah showbiz industry. Industri pertunjukan ini nyata dan merupakan salah satu penggerak perekonomian terbesar,” ujar Banyu Biru.

Banyu Biru menjelaskan bahwa fenomena industri kreatif di luar negeri, mulai dari Hollywood, New York, Paris, hingga Singapura, menunjukkan bagaimana kesenian dapat menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru (The New Engine of Growth). Orang rela antre panjang untuk menonton konser artis K-pop, band internasional, hingga pertunjukan Broadway, sebagai bentuk apresiasi terhadap seni.

“Sebagai anak seniman, saya melihat kesenian adalah bentuk tertinggi apresiasi kehidupan. Kesenian mencatat sejarah peradaban. Semakin tinggi kualitas kesenian sebuah peradaban, semakin maju peradaban manusia di wilayah itu,” jelasnya.

Ia menegaskan kesenian adalah salah satu format tertinggi dari ekspresi kehidupan manusia. Di dalamnya terdapat gagasan, nilai budaya, kreativitas, optimisme, dan inovasi. Menurutnya, di negara-negara maju, kesenian justru menjadi wajah peradaban dan indikator kemajuan masyarakat.

“Semakin tinggi kualitas kesenian sebuah peradaban, semakin tinggi pula martabat kemanusiaan wilayah itu,” katanya.

Workshop yang digelar bersama Kemenkraf RI ini dirancang sebagai forum strategis untuk membekali pelaku seni dengan pengetahuan praktis mengenai pemasaran digital, manajemen branding, teknik pengemasan program pertunjukan, hingga cara memanfaatkan media sosial untuk mencapai audiens yang lebih luas.

Para peserta juga mempelajari bagaimana video promosi, fotografi seni, dan narasi visual menjadi kunci dalam mempopulerkan karya di tengah persaingan industri kreatif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....