Tekan Angka Tuberkulosis dan Stunting dengan Puspa Hunting
- 13 Okt 2025 16:17 WIB
- Madiun
KBRN, Magetan : Puskesmas Panekan, Kabupaten Magetan, berhasil menekan angka stunting sekaligus meningkatkan kesembuhan balita penderita Tuberkulosis (TB) melalui inovasi PUSPA HUNTING atau Puskesmas Panekan Hunter TB dan Stunting.
Hal tersebut disampaikan PJ Klaster Penanggulangan Penyakit Menular & Kesehatan Lingkungan, sekaligus Pengelola Program TB dan Inovator Puspa Hunting, Chandra Dewi.
Chandra menjelaskan, inovasi PUSPA HUNTING dikembangkan sebagai upaya deteksi dini penyakit TB pada anak dengan gangguan status gizi. Program ini menyasar balita usia 0 hingga 5 tahun yang mengalami stunting, gizi buruk, maupun gizi kurang.
“Karena kami harus secara cermat dan cepat mendeteksi ada penyakit TB pada balita dengan gangguan status gizi. Kami harus berpacu pada golden periode di lima tahun pertama kehidupan,” jelasnya.
Ia menambahkan, program ini lahir karena tingginya kasus TB dan stunting di wilayah Kecamatan Panekan selama tiga tahun berturut-turut, serta masih kuatnya stigma masyarakat terhadap kedua kondisi tersebut. Hal itu menjadi hambatan tersendiri bagi orang tua untuk membawa anak mereka ke puskesmas guna dilakukan pemeriksaan TB.
Lebih lanjut, Chandra menjelaskan, tim PUSPA HUNTING yang terdiri dari dokter, paramedis, dan penanggung jawab gizi turun langsung ke desa-desa untuk melakukan sosialisasi dan skrining TB, dengan sasaran yang telah disiapkan oleh pemerintah desa..
“Kami menyesuaikan permintaan di desa, ada yang dikumpulkan di balai desa atau di posyandu, jadi sasaran dihadirkan, sehingga kami lebih mudah untuk melaksanakan skrining. Tapi nanti tidak menutup kemungkinan ketika pembacaan mantoux test, kadang ada balita dan sasaran yang tidak hadir kami akan door to door,” tambanya.
Selama tiga tahun berjalan, inovasi ini telah memberikan hasil positif. Sebanyak 520 balita stunting telah diskrining TB, 153 di antaranya terdiagnosa TB, dengan 138 balita dinyatakan sembuh dan 15 lainnya masih menjalani pengobatan.
Untuk kasus gizi, 133 balita berhasil lulus stunting, 71 anak lulus gizi kurang, dan 14 balita lulus gizi buruk. Capaian ini terus bertambah seiring kegiatan PUSPA HUNTING yang masih berlanjut.
Dampak positif lainnya, angka prevalensi stunting di Panekan turun signifikan dari 17,7 persen menjadi 8 persen pada tahun 2025, sementara tingkat keberhasilan pengobatan TB meningkat hingga 96 persen di tahun 2024.
Pendekatan berkelompok yang diterapkan dalam PUSPA HUNTING juga membuat para orang tua merasa lebih nyaman, karena tidak merasa sendirian dalam menjalani proses pendampingan anaknya. Mereka pun menyambut baik program ini, terutama saat melihat anaknya dinyatakan sembuh dari TB dan lulus stunting.
Chandra pun berharap gerakan eliminasi TB dan stunting dapat dilakukan bersama melalui aksi nyata, seperti skrining pada balita dengan gangguan gizi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....