Keluarga Mbok Yem Tegaskan Tidak Ada Penutupan Warung

  • 30 Jun 2025 19:19 WIB
  •  Madiun

KBRN, Magetan: Kabar yang sempat ramai di media sosial mengenai penutupan Warung Mbok Yem di Puncak Gunung Lawu akhirnya diklarifikasi oleh pihak keluarga. Mereka dengan tegas membantah informasi yang menyebut warung tersebut tutup sementara pasca wafatnya almarhumah Mbok Yem.

Saiful Bahri, cucu Mbok Yem yang kerap disapa "Gimbal", menjelaskan bahwa warung legendaris yang dikenal sebagai salah satu tempat persinggahan favorit para pendaki itu tetap beroperasi seperti biasa, dan tidak pernah benar-benar tutup.

"Warung masih buka. Nggak pernah tutup, hanya sempat ramai karena ada yang salah paham. Sekarang tetap jalan terus seperti biasa," ujar Saiful saat dikonfirmasi, Senin (2/6/2025).

Ia juga menyebutkan bahwa sepeninggal Mbok Yem, keluarga besar telah mengambil keputusan bersama untuk menjaga warisan semangat dan pelayanan beliau kepada para pendaki. Untuk itu, mereka menunjuk Jarwo, sosok kepercayaan keluarga, sebagai orang yang bertanggung jawab meneruskan operasional warung di puncak.

"Kita sepakat warung tetap dijalankan. Sekarang yang mengelola langsung di atas itu Mas Jarwo, sudah lama bantu almarhumah juga," terang Saiful.

Terkait video berdurasi 2 menit 33 detik yang sempat viral dengan narasi “Warung Mbok Yem Tutup” dan menampilkan seseorang berpamitan setelah menemani Mbok Yem selama 19 tahun, Saiful memberikan klarifikasi. Pria dalam video itu diketahui bernama Muis, salah satu rekan Mbok Yem yang memutuskan pensiun.

"Itu Mas Muis yang ngomong di video. Tapi yang disampaikan itu bukan berarti warung tutup, ya. Mas Muis memang pamit, tapi bukan berarti warung berhenti jalan," tegasnya.

Dalam video tersebut, Muis mengungkapkan pengunduran dirinya dari Gunung Lawu mulai 27 Mei 2025, dan menyampaikan bahwa warung “sementara tutup”, namun tanpa kejelasan hingga kapan akan buka kembali. Saiful menyayangkan penyampaian informasi tersebut yang akhirnya menimbulkan salah persepsi di kalangan pendaki.

Mengenai Temon, monyet peliharaan yang dahulu kerap menemani Mbok Yem di warung, disebutkan kini telah diasuh oleh seorang pecinta binatang di Kabupaten Blora.

"Temon sekarang dirawat orang baik di Blora. Orangnya memang penyayang hewan, jadi Temon aman dan dirawat dengan baik," imbuh Saiful.

Sebelumnya, Saifudun Juhri, cucu menantu Mbok Yem, juga sempat menyatakan bahwa pasca kepergian sang nenek, keluarga belum langsung membicarakan siapa yang akan menjadi pengelola tetap warung. Fokus keluarga saat itu lebih pada perawatan Mbok Yem yang sakit hingga akhirnya wafat pada 23 April 2025 di rumahnya di Desa Gonggang, Kecamatan Poncol, Magetan, dalam usia 82 tahun.

“Waktu itu kami masih fokus pada perawatan almarhumah. Soal warung memang kami belum putuskan, baru dimusyawarahkan setelah masa duka selesai,” ujar Juhri.

Kepala Dusun Cemoro Sewu, Agus, turut membenarkan kabar duka tersebut. Menurutnya, Mbok Yem menderita sakit sejak sebelum Ramadan dan sempat menjalani perawatan di RSUD Ponorogo sebelum berpulang.

“Beliau sempat turun dari gunung karena sakit, lalu dirawat. Mbok Yem ber-KTP di Desa Gonggang, tapi memang beliau sangat dikenal karena warungnya di puncak Lawu,” jelas Agus kepada media.

Mbok Yem, atau yang memiliki nama asli Wakiyem, dikenal luas sebagai penjaga warung tertinggi di puncak Gunung Lawu selama puluhan tahun. Sosoknya tidak hanya disayangi oleh pendaki, namun juga dianggap sebagai ikon spiritual dan keramahan di ketinggian lebih dari 3.000 mdpl.

Kini, meski raganya telah tiada, semangat dan warisan pelayanan Mbok Yem terus hidup lewat orang-orang yang dipercaya keluarganya. Warung di puncak Lawu pun tetap menyambut para pendaki seperti biasa, dengan semangat yang sama seperti semasa beliau masih ada.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....