Kecemasan Remaja Dampak Penggunaan Media Sosial
- 28 Feb 2025 22:04 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun : Media sosial telah menajdi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan remaja di era digital, memberikan mereka akses luas terhadap informasi, komunikasi, serta berbagai bentuk hiburan. Namun dibalik manfaat yang ditawarkan, penggunaan media sosial yang berlebihan juga dikaitkan dengan peningkatan tingkat kecemasan sosial pada remaja, yaitu ketakutan berlebihan terhadap interaksi sosial atau situasi di mana remaja merasa dinilai oleh orang lain.
Dosen Prodi Bimbingan Konseling BK Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) Kampus Kota Madiun, Chaterina Yeni Susilaningsih, M.Pd dalam dialog Pengarus Utamaan Gender (PUG) Pro 1 Madiun, Kamis (27/2), mengungkapkan, jika ada banyak faktor penyebab fenomena kecemasan remaja terhadap penggunaan media sosial, “apa yang dilihat di media sosial itu adalah kesempurnaan, dan remaja menginginkan hal itu, mereka ingin menampilkan citra diri yang positif,“ tuturnya.
Selain itu soal perbandingan sosial yang tidak sehat dengan teman sebaya atau tokoh public, “apalagi remaja itu mengidolakan seseorang, public figure di media sosial, kalau salah memilih, ya sudah si remaja itu akan merasa cemas, jika ia tidak bisa seperti idolanya,“ ungkap, dosen yang akrab disapa Yeni ini.
Paparan komentar negative atau cyberbullying dan kecenderungan untuk lebih banyak berinteraksi secara daring dibandingkan secara langsung dapat menghambat perkembangan keterampilan sosial yang diperlukan dalam kehidupan nyata. Dalam perspektif psikologi penggunaan media sosial yang berlebihan juga bisa memicu peningkatan kadar kortisol dan adrenalin,
“ini adlah hormone yang terkait dengan respon stress, kalau si remaha enggak mampu mengontrol, hal ini akan memperburuk kecemasan pada remaja,“ tutur Yeni.
Yeni pun menyoroti bahwa algoritma media sosial yang dirancang untuk mempertahankan keterlibatan pengguna seringkali membuat remaja terjebak dalam pola konsumsi konten yang dapat mempengaruhi kesehatan mental mereka, “parahnya kalau sampai si remaja itu FOMO (Fear Of Missing Out) yang takut ketinggalan informasi, “ terang Yeni.
Menyoal antisipasi untuk mengurangi kecemasan remaja karena dampak media sosial, Yeni berpesan agar remaja bijak dalam menggunakan media sosial, bijak dalam memanfatakan waktu akses, “pilih konten yang positif, jadinya bisa tetap mengembangkan potensi, “ tuturnya mengakhiri, Kamis (27/2).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....