Makna Hujan di Perayaan Imlek

  • 28 Jan 2025 19:25 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun : Selain warna merah dan emas, hal lain yang identic dengan imlek adalah hujan. Hampir setiap imlek selalu turun hujan. Bagi masyarakat Tionghoa, hujan yang turun saat imlek merupakan pertanda baik atau keberkahan.

Hujan menjadi symbol kemakmuran dan keberuntungan. Dikutip dari berbagai sumber, dalam budaya Tionghoa, turunnya hujan pada saat imlek merupakan pertanda kemakmuran (panen) setahun kedepan. Hal ini tidak lepas dari sejarah masyarakat Tionghoa yang dulunya mayoritas adalah petani. Pertanian bergantung pada hujan. Jadi hujan merupakan pertanda baik yaitu panen sepanjang tahun.

Semakin banyak atau deras hujan yang turun diyakini mendatangkan keberuntungan yang banyak juga. Jika saat imlek cuaca gerimis namun berlangsung sepanjang hari, hal tersebut bermakna keberuntungan sepanjang tahun.

Sementara, menurut mitologi Tiongkok, hujan dikaitkan dengan naga yang memiliki kehendak atas cuaca. Konon, naga yang tertidur di dasar sungai atau laut saat musim dingin, akan terbangun dan terbang membentuk awan yang menurunkan hujan. Hujan melambangkan kehidupan yang diberikan alam dan menjadi keberkahan.

Lalu, apakah hujan saat imlek hanya mitos atau fenomena yang kebetulan saja?

Hujan saat imlek dapat dijelaskan secara ilmiah. Menurut BMKG, imlek yang diperingati pada periode antara Januari – Februari bertepatan dengan musim penghujan di Indonesia. Terlebih jika terjadi La Nina, angin monsun dan gelombang ekuator Rossby dan Kelvin, maka curah hujan akan lebih banyak. Beberapa factor tersebut memicu pembentukan awan hujan yang banyak. Fenomena-fenomena yang mempengaruhi cuaca tersebut lah yang berdampak turunnya hujan saat imlek pada periode tersebut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....