Bea Cukai Jatim II Turunkan Ijin, Pabrik Mainan Segera Operasi di Ngawi
- 21 Nov 2024 19:23 WIB
- Madiun
KBRN, Ngawi: Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Jawa Timur II, Agus Sudarmadi menyatakan jika pihaknya telah secara resmi menerbitkan izin fasilitas Kawasan Berikat (KB) kepada PT GFT Indonesia Investment, Selasa (19/11/2024.)
PT GFT Indonesia Investment merupakan perusahaan manufaktur yang berfokus pada produksi mainan plastik dan die-cast dan berlokasi di Ngawi, Jawa Timur. Perusahaan ini memproduksi berbagai mainan merek global ternama seperti Takara Tomy, Mattel, Hasbro, Spin Master, Tokyo Unique, dan Funko.
Agus Sudarmadi menjelaskan bahwa PT GFT Indonesia Investment memiliki proyeksi investasi yang cukup besar, yaitu sebesar Rp1,072 triliun. Perusahaan ini diperkirakan akan menyerap tenaga kerja sebanyak 4.800 orang, dengan prioritas utama untuk merekrut masyarakat lokal dari Ngawi dan sekitarnya. Jumlah tenaga kerja diprediksi akan terus meningkat setiap tahunnya seiring dengan ekspansi perusahaan. PT GFT Indonesia Investment juga menargetkan penjualan sebesar Rp2,1 triliun pada tahun 2028.
“Dengan diterbitkannya izin fasilitas Kawasan Berikat ini, kami berharap PT GFT Indonesia Investment dapat memanfaatkan fasilitas tersebut dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ini juga diharapkan menjadi penggerak ekonomi daerah, khususnya dalam hal penyerapan tenaga kerja di Jawa Timur, terutama di Kabupaten Ngawi,” ujar Agus, mengutip Antara.
Fasilitas Kawasan Berikat sendiri memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan kemudahan dalam hal pengelolaan barang, termasuk pembebasan bea masuk dan pajak lainnya pada barang yang diimpor untuk diproses di kawasan berikat dan kemudian diekspor kembali. Langkah ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan industri manufaktur di Jawa Timur dan meningkatkan daya saing global.
Agus menambahkan bahwa Bea Cukai Jatim II berkomitmen untuk menjaga sinergi yang baik dengan semua pihak terkait.
“Kami juga berkomitmen untuk melakukan sinergi dan menjaga komunikasi yang baik dengan stakeholder melalui pembinaan, asistensi, monitoring, dan evaluasi dalam memastikan optimalisasi penerimaan negara, pengawasan yang efektif, dan pemberian fasilitas yang tepat sasaran,” tegasnya.
Dengan izin fasilitas Kawasan Berikat ini, PT GFT Indonesia Investment diharapkan dapat lebih mudah mengembangkan usahanya dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian daerah, menciptakan lapangan pekerjaan, serta mendukung pertumbuhan industri mainan global di Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....