I'tikaf dan Keutamaannya

  • 13 Mar 2026 09:32 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun – I’tikaf adalah berdiam diri di dalam masjid selama beberapa waktu sebagai suatu ibadah dengan syarat-syarat tertentu. Hal ini dalam rangka meraih keutamaan yang lebih besar.

Untuk meraih keutamaan I’tikaf umat muslim dapat memperbanyak ragam niat, seperti berniat mengunjungi dan menghormati masjid sebagai rumah Allah, berdzikir dan mendekatkan diri kepada-Nya, bermuhasabah, mengingat hari akhir, mendengarkan nasihat dan ilmu-ilmu agama, membaca alquran, sholat sunnah dan sebagainya.

I’tikaf sendiri memiliki berbagai macam keutamaan bagi yang melakukan

“Diakhir Ramadan seperti ini, banyak umat muslim baik dikota Madiun maupun sekitarnya melakukan ibadah I’tikaf. I’tikaf secara bahasa artinya berdiam diri, atau menetap.

Secara syariat berdiam diri di masjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT”. Dikatakan Ustadz Amir Abdullah, M.Pd saat menjadi narasumber acara Sahur Barokah (SABAR)

Hukum asal I’tikaf adalah sunnah. Artinya ibadah I’tikaf bukan sebuah kewajiban syar’I melainkan kesunahan yang memiliki fadhilah atau keutamaan yang sangat baik jika di lakukan.

Didalam kitab Maqashid as-Shaum (مقاصد الصوم) yang merupakan karya klasik Syaikh Izzuddin bin Abdus Salam dikatakan bahwa I’tikaf adalah mengunjungi Allah disalah satu rumah Nya dan memfokuskan diri dirumah-rumah Allah SWT.

Selanjutnya, mengapa umat muslim dianjurkan untuk melakukan I’tikaf ?

Pertama I’tikaf merupakan ibadah sunnah yang selalu dilakukan oleh Rasulullah SAW. Didalam sebuah keterangan bahwa Nabiyullah Muhammad ﷺ beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir dibulan Ramadan.

“Kedua I’tikaf adalah cara terbaik untuk mencari malam lailatul qodar. Sebagaimana sebuah hadits yang artinya carilah lailatul qodar pada sepuluh hari terakhir dibulan Ramadan. Maka kita harus aktif mencari keberkahan malam lailatul qodar bukan hanya pasif atau menunggua saja”, tambah Ustadz Amir.

ketiga I’tikaf dapat membantu seseorang untuk fokus secara total ibadah mahdhoh. Ibadah seseorang memiliki banyak godaan. Baik yang datang dari diri sendiri maupun lingkungan sekitar, maka I’tikaf dapat menjadi perantara seseorang fokus menjalani ibadah mahdhoh.

Adapun yang keempat I’tikaf melatih kesungguhan spiritual dibulan Ramadan ini. mengapa ? Karena tantangan memasuki akhir bulan Ramadan adalah teralihnya fokus ibadah kita kehal lain yang bersifat duniawi.

Adapun hal-hal yang bisa dilakukan saat beri’tikaf, dijelaskan didalam kitab Maqashid as-Shaum (مقاصد الصوم) adalah minimal tidur dimasjid untuk menanti waktu sholat.

Namun paling utama adalah dengan melakukan ibadah qiyamul lail, membangunkan keluarga untuk beribadah disepuluh malam terakhir Ramadan, dan mengencangkan pakaian atau meninggalakan kesenangan bersama istri untuk fokus beribadah serta memperbanyak shodaqoh atau berlaku darmawan.

Rekomendasi Berita