Sabar Memperkuat Iman, Ujian Adalah Jalan Kenaikan Derajat Manusia

  • 04 Mar 2026 16:28 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Radio Republik Indonesia Programa 1 RRI Madiun kembali menghadirkan kajian Mutiara Pagi pada Minggu, 1 Maret 2026. Dalam kesempatan tersebut, narasumber Ustadz Santoso, S.Ag., membahas tema tentang Ramadan Melatih Sabar, Memperkuat Syukur.

Dalam acara yang berdurasi 45 menit itu, sempat mendapatkan pertanyaan dari pendengar melalui pesan singkat WhatsApp dari Ibu Yayuk yang menanyakan, apakah benar orang yang sabar akan semakin kuat imannya, dan apakah ujian dari Allah akan terus datang selama seseorang masih mampu menanggungnya.

Menanggapi hal tersebut, Ustadz Santoso menjelaskan bahwa segala sesuatu telah ditetapkan oleh Allah dengan ukuran terbaik bagi setiap hamba-Nya.

“Likullin qodar, segala sesuatu itu sudah ditentukan oleh Allah. Orang yang sabar tidak pernah melihat permasalahan datang dari selain Allah. Semua datangnya dari Allah,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa apa pun yang Allah berikan, sejatinya adalah yang terbaik, meskipun secara lahiriah terasa berat dan menyakitkan. “Kalau semua datang dari Allah, maka Allah memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya. Walaupun secara lahiriah itu sangat menderita, namun dalam hakikatnya itulah yang akan mengangkat derajat kita, baik di dunia maupun di akhirat,” ujarnya.

Sebagai contoh, beliau menyampaikan bahwa sakit atau musibah berat bisa menjadi cara Allah menghapus dosa dan meninggikan derajat seseorang.

“Umpama kita ditimpa sakit dan tidak bisa bergerak, dalam sisi yang paling dalam Allah ingin menghilangkan dosa-dosa kita. Allah akan memberikan derajat yang mulia apabila satu titik itu kita hadapi dengan kesabaran lillahi ta’ala,” tuturnya.

Menurutnya, Allah tidak selalu memberikan apa yang diinginkan manusia, melainkan apa yang dibutuhkan.

“Bukan Allah memberikan yang kita inginkan, tetapi yang kita butuhkan. Kadang kita merasa butuh dunia, padahal yang kita butuhkan adalah pahala dan keselamatan dunia akhirat,” tegasnya.

Ustadz Santoso juga menekankan bahwa semakin besar ujian yang dihadapi dengan kesabaran, semakin sempurna pula iman seseorang.“ Makin ada masalah, tambah sabar, imannya makin sempurna. Selalu dijawab dengan ‘Innalillahi wa inna ilaihi roji’un’. Semua dari Allah dan akan kembali kepada Allah,” ungkapnya.

Ia mengingatkan agar dalam menghadapi persoalan rumah tangga maupun sosial, seorang mukmin tidak mudah mengeluh.

“Gak pernah ngereso. Suami rewel, istri rewel, anak rewel, tetangga rewel, katakan innalillah. Semua dari Allah dan Allah memproses itu untuk kebaikan kita,” katanya.

Lebih lanjut, beliau menutup dengan penegasan bahwa kesabaran yang tulus akan memuliakan seorang hamba di sisi Allah, meskipun secara lahir tampak kalah atau terpinggirkan. “Mungkin secara lahiriah kita terkucil atau menderita, namun hakikatnya kesabaran itu membuat kita dimuliakan oleh Allah, sejajar dengan para nabi, para aulia, dan para malaikat-Nya,” pungkas Ustadz Santoso.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....