Dokter Dinkes Madiun Ingatkan Pola Berbuka yang Tepat dan Tidak Berlebihan

  • 28 Feb 2026 15:13 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Euforia waktu berbuka puasa kerap membuat sebagian orang makan secara berlebihan. Kebiasaan ini, yang sering disebut sebagai “balas dendam”, dinilai kurang baik bagi kesehatan jika tidak dikendalikan.

Dokter Ahli Pertama dari Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, dr. Zulfadmi, menyarankan agar masyarakat mengatur pola berbuka secara bertahap agar sistem pencernaan dapat beradaptasi kembali setelah seharian kosong.

“Tubuh kita perlu penyesuaian. Jadi saat berbuka jangan langsung makan berat dalam jumlah banyak,” kata dr. Zulfadmi.

Ia menjelaskan, berbuka idealnya diawali dengan minum air putih untuk mengganti cairan yang hilang. Setelah itu, dapat mengonsumsi kurma atau buah dengan rasa manis alami sebagai sumber energi awal.

Tahap berikutnya adalah makan ringan terlebih dahulu. Sementara makanan berat sebaiknya dikonsumsi setelah salat Maghrib agar tubuh tidak kaget menerima asupan dalam jumlah besar sekaligus.

Dr. Zulfadmi juga mengingatkan agar masyarakat tidak langsung menyantap gorengan secara berlebihan, makanan yang terlalu pedas, maupun minuman dan makanan yang terlalu manis karena dapat memicu gangguan lambung dan rasa tidak nyaman di perut.

Dengan pola berbuka yang teratur dan tidak berlebihan, ia menegaskan bahwa kesehatan pencernaan dapat tetap terjaga sehingga ibadah puasa berlangsung lebih nyaman dan aman.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....