Jangan Biarkan Ramadhan Berlalu Sia-sia!

  • 25 Feb 2026 12:10 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID,Madiun – Ramadhan menjadi bulan istimewa bagi umat islam, umat Islam diharapkan memanfaatkan bulan suci ramadan secara optimal dan tidak menyia-nyiakan kesempatan penuh rahmat tersebut. Dalam sebuah acari mutiara pagi bersama ustadz Santoso, S.Ag, MM pada hari Minggu, 22 Februari 2026, Ustadz Santoso menegaskan bahwa Ramadan adalah bulan yang singkat dan memiliki masa aktif yang terbatas, yakni sekitar 30 hari. Karena itu, umat Islam diminta untuk benar-benar mempersiapkan diri agar Ramadan tidak berlalu tanpa makna.

“Bahwa Ramadan tidaklah akan lama bersama kita. Bagaimana Ramadan ini menjadi target utama dalam hidup, minimal nanti realisasinya setelah Ramadan. Maka jangan sampai Ramadan ini sia-sia di dalam menjalankan puasa,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya menjalankan ibadah puasa dengan sungguh-sungguh, kecuali bagi mereka yang memiliki uzur atau halangan syar’i. Menurutnya, kesibukan duniawi tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan kewajiban puasa. “Jangan sampai ada yang namanya karena kesibukan duniawi membuat kita tidak berpuasa. Ini menjadi celaka banget karena bulan puasa itu penuh dengan rahmatnya Allah, penuh dengan ampunan, penuh dengan pembebasan dari azab neraka,” tutur ustadz Santoso.

Ustadz Santoso juga mengingatkan bahwa Ramadan merupakan momentum terbaik untuk bertaubat dan memperbaiki diri. Ia menyebut, seseorang yang sebelumnya bergelimang maksiat masih memiliki peluang besar untuk mendapatkan ampunan Allah selama ia bersungguh-sungguh memperbaiki diri di bulan Ramadan. “Kalau selama ini dia pelaku maksiat, tak pernah teringat Allah, maka sudah jelas catatannya di neraka. Tetapi di dalam bulan Ramadan ini dia bertaubat, melakukan amal-amal saleh, maka catatan itu dihapus. Artinya dia dibebaskan dari azab neraka,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa puasa tidak hanya menahan lapar dan haus secara lahiriah, tetapi juga harus menjaga dimensi batiniah. Seluruh pancaindra, menurutnya, harus dijaga dari perbuatan maksiat agar pahala puasa tidak kosong. “Banyak orang puasa tapi pahalanya kosong. Karena Nabi berpesan, banyak orang-orang yang berpuasa tidak ada baginya kecuali hanya dapat lapar dan haus. Ini artinya bahwa puasa kita sangat sia-sia sekali,” katanya.

Untuk menghindari hal tersebut, Ustadz Santoso mengajak umat Islam mengisi Ramadan dengan berbagai amal saleh, seperti membaca Al-Qur’an, melaksanakan salat tarawih berjamaah, bersedekah, berzikir, dan berselawat. Aktivitas ibadah, menurutnya, tetap bisa dilakukan di mana pun, termasuk saat bekerja di kantor atau di sawah. “Walaupun kita berada di kantor, di sawah, di mana saja, diisilah dengan berzikir, berselawat. Kemudian dapat rezeki, kita usahakan bisa bersedekah lillahi ta’ala,” pesannya.

Ia menegaskan bahwa tujuan utama Ramadan adalah membentuk pribadi yang bertakwa, sebagaimana firman Allah “la’allakum tattaqun”. Orang yang bertakwa, lanjutnya, akan diberikan jalan keluar dari setiap persoalan dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Ustadz mengingatkan agar umat Islam menjaga hati, lisan, pikiran, dan pandangan dari hal-hal yang dapat merusak nilai puasa, seperti ghibah, namimah (adu domba), riya, dan sikap ingin dipuji. “Mumpung masih awal dari bulan Ramadan ini, jagalah hati, jagalah lisan, jagalah pikiran, jagalah pandangan yang bisa merusak nilai Ramadan itu sendiri. Ramadan akan bermakna apabila kita isi dengan ibadah dan terjaga dari maksiat lahir maupun batin,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....