Tradisi Tabuh Beduk Masjid Agung Al Hakim Kota Madiun yang Selalu Dinanti

  • 24 Feb 2026 23:32 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Kota Madiun - Tradisi tabuh beduk saat Bulan Suci Ramadan masih tetap lestari di Masjid Agung Baitul Hakim Kota Madiun. Momentum ini, menjadi salah satu yang dinanti para jemaah, usai menunaikan Salat Tarawih.

Sebanyak tujuh beduk yang dimainkan dalam kegiatan ini. Satu beduk berukuran besar, yang biasa ditabuh sebagai penanda waktu salat tiba. Serta, empat beduk yang ukurannya lebih kecil. Dari semua beduk itu menghasilkan kolaborasi suara yang saling padu.

Cara memaikannya pun, dengan irama menarik dan indah. Kadang penabuh memainkan dengan tempo lambat, kadang cepat dan penuh semangat. Semua tergantung lagu atau selawat yang dinyanyikan.

Ustaz Sugiharsono mengatakan, tradisi tabuh beduk ini kerap dimainkan usai salat tarawih. "Ini bagian mengisi Bulan Suci Ramadan dengan gembira," ujar dia, disela latihan tabuh beduk.

Para penabuh beduk adalah anak-anak, remaja masjid (remas), dan anak usia muda. "Seni ini (tabuh beduk) adalah peninggalan para Wali (Songo, penyebar agama Islam di Jawa). Ini juga bagian dari menyiarkan agama (Islam) dengan beduk," ujar dia.

Menurut Sugiharsono, kegiatan tabuh beduk di Masjid Agung Baitul Hakim usai salat tarawih ini juga sudah berlangsung cukup lama. Hingga saat ini, estafet regenerasi terus dilakukan secara turun-temurun.

Sugiharsono juga menyebutkan, tradisi tabuh beduk ini memiliki misi. "Tradisi ini (tabuh beduk) juga untuk menarik generasi muda, biar mereka tidak melakukan hal-hal yang tidak baik. Serta mereka juga meramaikan masjid," ucap dia, mengakhiri

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....