Ramadhan sebagai Ladang Mencari Berkah

  • 23 Feb 2026 08:53 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun- Bulan suci Ramadhan menjadi momentum istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan. Ramadhan tidak hanya dimaknai sebagai bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi juga sebagai ladang luas untuk meraih keberkahan dan pahala yang berlipat ganda. , Ustadzah Indah Bilqis Rosyidah, M.Pd.I., menyampaikan bahwa Ramadhan adalah bulan yang penuh limpahan rahmat dan ampunan dari Allah SWT. “Ramadhan adalah bulan tarbiyah (pendidikan) ruhani. Di dalamnya, Allah SWT melipatgandakan pahala setiap amal kebaikan. Inilah kesempatan emas bagi setiap muslim untuk menanam sebanyak-banyaknya amal sebagai bekal kehidupan dunia dan akhirat,” ujarnya dalam kajian Mutiara Pagi, Senin (23/2/2026).

Ustadzah Indah menjelaskan bahwa keutamaan Ramadhan ditegaskan langsung dalam firman Allah SWT pada Surah Al-Baqarah ayat 185:

“Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang benar dan yang batil)...” (QS. Al-Baqarah: 185)

Menurutnya, ayat ini menunjukkan bahwa Ramadhan adalah bulan penuh petunjuk dan keberkahan karena menjadi waktu diturunkannya Al-Qur’an. Selain itu, kewajiban berpuasa juga ditegaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 183:

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

“Tujuan utama puasa adalah membentuk pribadi yang bertakwa. Ketakwaan inilah sumber keberkahan hidup,” jelasnya.

Dalam pemaparannya, Ustadzah Indah Bilqis Rosyidah menyampaikan beberapa cara konkret untuk meraih keberkahan di bulan suci. Segala amal bergantung pada niat. Ramadhan harus dijalani dengan kesadaran penuh untuk beribadah, bukan sekadar rutinitas tahunan. Kemudian, karena Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan interaksi dengan kitab suci, baik membaca, memahami, maupun mengamalkannya. " Qiyamul Lail juga jangan dilewatkan, Shalat tarawih, tahajud, dan witir menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. Keberkahan juga hadir melalui kepedulian sosial. Berbagi takjil, membantu fakir miskin, dan mempererat silaturahmi menjadi amalan yang sangat dianjurkan. Puasa bukan hanya menahan lapar, tetapi juga menahan diri dari perkataan dan perbuatan yang tidak baik,"tambah Bilqis.

Ustadzah Indah mengajak umat Islam menjadikan Ramadhan sebagai waktu muhasabah atau introspeksi diri. Ia menekankan bahwa keberkahan tidak selalu diukur dari aspek materi, melainkan dari ketenangan hati, kemudahan dalam berbuat kebaikan, serta meningkatnya kualitas ibadah.

“Jangan sampai Ramadhan berlalu tanpa perubahan. Jadikan bulan suci ini sebagai ladang amal, karena kita tidak pernah tahu apakah masih diberi kesempatan untuk bertemu Ramadhan berikutnya,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....