Tarawih Pertama, Masjid Jami' Nurul Abror Kota Madiun, Dipadati Jamaah
- 19 Feb 2026 22:50 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Kegembiraan dan antusias warga kota Madiun menyambut datangnya bulan Ramadan 1447 Hijriyah sangat terasa. Pada hari sholat tarawih, terlihat masjid-masjid dipadati jamaah. Seperti yang terlihat di masjid Jami Nurul Abror Kota Madiun, jamaah putra memenuhi semua shaf dalam masjid. Sedangkan shaf jamaah putri hingga sampai ke teras depan masjid. Usai shalat tarawih berjamaah, sebelum dilanjutkan shalat witir jamaah menyimak tauziah singkat dari Gus Muhiburrohman Attoilah, M.H. atau Gus Muhib, yang juga selaku imam shalat tarawih. Gus Muhib mengingatkan seluruh jamaah untuk memanfaatkan bulan suca Ramadan dengan sebaik-baiknya. Tidak sekadar menjalankan puasa menahan lapar dan dahaga, tetapi juga diikuti peningkatan amalan ibadah lainya. Gus Muhib menyitir dari kitab Ihya Ulumuddin karangan ulama besar Imam Al-Ghazali yang menyebutkan ada 3 tingkatan puasa. Pertama Puasa orang awam, yang intinya hanya menahan diri dari makan, minum, dan hubungan seksual dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Kedua puasa khusus dan ketiga puasa sangat khusus.
“Menurut Imam Al Ghazali dalam kitabnya Ihya Ulumuddin dijelaskan, ada 3 tingkatan puasa, yakni pertama puasa orang awam, yang hanya menahan diri dari makan, minum, dan hubungan seksual dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Hanya sekadar menggugurkan kewajiban berpuasa tetapi tidak mendapat apa-apa,” Jelas Gus Muhib, Rabu, 18 Februari 2026.
Kemudian Gus Muhib mengajak jamaah untuk meraih tingkat berikutnya, ke dua bahkan tingkatan ketiga.
“Tingkatan kedua puasa khusus yakni puasanya orang shalih, yang mencakup puasa awam ditambah menahan seluruh anggota tubuh dari dosa. Menjaga mata dari melihat yang dilarang, mulut dari menggunjing/berbohong, telinga dari mendengar keburukan, dan tangan/kaki dari perbuatan dosa.” lanjut Gus Muhib.
Tingkatan ketiga yakni puasa sangat khusus yang merupakan tingkatan tertinggi, merupakan puasa awam dan khusus ditambah dengan puasa hati dari pikiran duniawi dan ambisi rendah, serta mencegah hati memikirkan selain Allah SWT. Di akhir tauziahnya Gus Muhib menyebutkan, di masjid Jami Nurul Abror selama puasa juga diadakan tadarus AL Quran, dan di malam ganjil 10 hari terakhir diadakan shalat malam berjamaah. ( Shabrina ).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....