Digital Detox Jadi Prioritas Jelang Ramadan

  • 22 Jan 2026 16:00 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Bulan suci Ramadan segera datang. Banyak umat Muslim mulai menata diri, tidak hanya dari sisi spiritual dan fisik, tetapi juga kebiasaan digital. Di era yang serba terkoneksi ini, penggunaan media sosial yang tidak terkontrol sering kali menjadi gangguan besar yang mengurangi fokus. Para ahli dan tokoh komunitas menganjurkan digital detox atau jeda dari penggunaan digital sebagai strategi penting untuk menyambut Ramadan dengan lebih bermakna.

Praktik digital detox selama Ramadan juga selaras dengan konsep mindfulness — yaitu kesadaran penuh terhadap apa yang dilakukan, dirasakan, dan dipikirkan. Dengan mengurangi waktu layar, umat Muslim dapat memaksimalkan waktu untuk membaca Al-Qur’an, berdzikir, serta mempererat silaturahmi keluarga. Puasa dalam era digital dapat diperluas menjadi puasa dari media sosial, dengan tujuan menciptakan ruang batin yang lebih tenang dan fokus kepada ibadah.

Beberapa langkah praktis yang bisa diterapkan selama Ramadan untuk mendukung digital detox antara lain:

• Menentukan jam bebas gawai, misalnya saat sahur, salat, atau menjelang berbuka.

• Mengurangi konsumsi konten yang bersifat memicu emosi negatif, seperti debat politik atau gosip viral.

• Memilih konten berkualitas yang relevan dengan spiritualitas Ramadan, seperti kajian tafsir, refleksi diri, atau konten inspiratif.

• Menggunakan teknologi secara bijak, misalnya hanya mengakses aplikasi yang mendukung ibadah seperti pengingat sholat atau aplikasi sedekah online.

Mengurangi paparan digital selama Ramadan memberikan sejumlah manfaat, antara lain:

• Meningkatkan fokus ibadah: Pikiran lebih jernih tanpa gangguan notifikasi yang tiada henti.

• Mengurangi kecemasan: Berkurangnya paparan informasi berlebihan membantu menjaga ketenangan batin.

• Meningkatkan kualitas tidur: Berpuasa sambil mengurangi screen time, terutama menjelang tidur, dapat memperbaiki kualitas istirahat.

• Meningkatkan interaksi sosial nyata: Ramadan menjadi momen berkumpul dengan keluarga tanpa distraksi gadget.

Digital detox bukan berarti menjauhi teknologi sepenuhnya, melainkan mengembalikan kendali atas cara dan tujuan penggunaannya. Menjelang dan selama Ramadan, jeda dari hiruk-pikuk dunia digital dapat menjadi ikhtiar sederhana namun bermakna untuk membersihkan hati, menajamkan fokus ibadah, dan memperkuat hubungan dengan sesama. Dengan pengelolaan digital yang lebih sadar, Ramadan dapat dijalani tidak hanya sebagai ritual tahunan, tetapi sebagai momentum transformasi diri menuju kehidupan yang lebih seimbang dan bernilai.

Sumber : https://kotayogya.baznas.go.id/berita/news-show/puasa-di-era-digital-mindfulness-dan-digital-detox/16771

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....