Menjauhi Prasangka Buruk di Bulan Ramadhan
- 30 Mar 2025 14:49 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun : Bulan suci Ramadan merupakan waktu yang penuh berkah dan kesempatan bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah serta memperbaiki diri. Salah satu sikap yang perlu dijauhi selama Ramadan adalah prasangka buruk atau su’uzhan.
Menurut Ustadz Ofan Anggik Primanda, S.Pd.I dalam acara Tauladan Pro 2 RRI Madiun, prasangka buruk adalah salah satu penyakit hati yang dapat merusak hubungan sosial dan mengurangi pahala ibadah. Dan larangan kita berprasangka buruk sudah dijelaskan dalam surat Al Hujurat ayat 12. “Allah SWA berfirman yang artinya Allah sangat menegaskan agar kita menjauhi berprasangka atau berburuk sangka karena didalamnya ada dosa besar" jelasnya
Islam mengajarkan kita untuk selalu berpikir positif dan berbaik sangka kepada sesama. Prasangka buruk bisa menimbulkan fitnah, permusuhan, dan kebencian yang bertentangan dengan semangat Ramadan sebagai bulan penuh ampunan dan kasih sayang. Kita tidak diperkenankan untuk mencari kesalahan orang lain karena sama saja dengan memakan bangkai dari saudara kita sendiri. "Alangkah baiknya kita tidak sampai mencari kesalahan orang secara detail dan menggunjingnya. Karena sama dengan kalian memakan bangkai saudara kalian sendiri" tambah ustadz ofan.
Ustadz Ofan juga menekankan pentingnya menjaga hati agar tetap bersih selama menjalankan ibadah puasa. Ramadan adalah bulan untuk memperbaiki hati dan mendekatkan diri kepada Allah. Jangan sampai ibadah kita ternodai oleh prasangka buruk yang bisa merusak pahala puasa. "Berprasangka buruk adalah perkataan paling dusta artinya secara mekanisme buruk sangka bukan dosa nyata tapi dosa hati. Yang mana dosa hati lebih parah dari pada dosa lahir. Jadi janganlah kita nodai pahala puasa kita dengan buruk sangka,” kata Ustadz Ofan saat mengisi acara tauladan Pro 2 RRI Madiun
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....