Lebaran Menghitung Hari: Begini Konsep Halal Bihalal Dan Manfaatnya

  • 29 Mar 2025 04:36 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun : Halal bihalal telah menjadi tradisi yang melekat dalam kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya setelah Hari Raya Idulfitri. Acara ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga memiliki makna yang lebih mendalam dalam membangun ukhuwah Islamiyah serta memperkuat hubungan sosial. Dalam sebuah kajian bertema “Halal Bihalal dan Manfaatnya” yang diadakan di Madiun, Ustaz Drs. Turmudzi menjelaskan bahwa halal bihalal bukan sekadar budaya, tetapi juga memiliki dasar dalam ajaran Islam.

Menurut Ustaz Drs. Turmudzi, halal bihalal berasal dari kata “halal” yang berarti sesuatu yang diperbolehkan atau suci dari dosa. Dalam konteks ini, halal bihalal merupakan tradisi untuk saling memaafkan dan membersihkan hati dari rasa dendam, kebencian, atau kesalahan di masa lalu. “Sejarah mencatat bahwa tradisi halal bihalal pertama kali dipopulerkan oleh KH. Wahab Chasbullah pada tahun 1948 atas permintaan Presiden Soekarno untuk menyatukan para tokoh politik yang saat itu mengalami ketegangan,” jelas Ustaz Turmudzi. “Sejak saat itu, halal bihalal berkembang luas dan menjadi tradisi yang dijalankan di berbagai komunitas, baik dalam keluarga, lingkungan kerja, maupun di masyarakat," jelasnya, Sabtu (29/3/2025).

Ustaz Turmudzi menekankan bahwa halal bihalal memiliki banyak manfaat, baik dari segi spiritual maupun sosial. Beberapa manfaat utama yang beliau paparkan antara lain:

1. Menyucikan Hati dan Meningkatkan Keimanan

Dalam Islam, meminta dan memberi maaf adalah bagian dari ajaran yang dianjurkan. “Rasulullah SAW bersabda bahwa barang siapa yang memberi maaf kepada orang lain, maka Allah akan memuliakannya,” kata Ustaz Turmudzi. Dengan halal bihalal, seseorang dapat membersihkan hati dari perasaan negatif dan meningkatkan ketakwaannya.

2. Mempererat Silaturahmi

Halal bihalal menjadi momentum penting untuk memperbaiki hubungan yang mungkin sempat renggang. “Dengan bersilaturahmi, kita dapat memperpanjang umur dan memperbanyak rezeki, sebagaimana yang disebutkan dalam hadis Nabi,” ungkapnya.

3. Menumbuhkan Rasa Empati dan Kebersamaan

Dalam acara halal bihalal, setiap orang diberikan kesempatan untuk mendengarkan dan memahami perasaan orang lain. Ini dapat memperkuat empati serta menciptakan lingkungan yang lebih harmonis.

4. Mengurangi Konflik Sosial

“Dalam kehidupan sehari-hari, pasti ada gesekan atau perbedaan pendapat. Halal bihalal menjadi jembatan untuk menyelesaikan konflik dengan cara yang baik,” ujar Ustaz Turmudzi. Dengan saling memaafkan, hubungan sosial yang lebih damai dapat terwujud.

5. Meningkatkan Produktivitas dan Keharmonisan di Tempat Kerja

Dalam dunia kerja, halal bihalal juga sering diadakan untuk meningkatkan hubungan antarpegawai. “Ketika hubungan antarindividu harmonis, produktivitas kerja juga meningkat,” tambahnya.

Agar halal bihalal memberikan manfaat yang maksimal, Ustaz Turmudzi mengingatkan pentingnya menjaga adab. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain: Meminta maaf dengan tulus dan tidak sekadar formalitas. Kemudian, menghindari kata-kata yang bisa menyinggung perasaan orang lain. Lalu, memaafkan dengan ikhlas tanpa menyimpan dendam. Menghindari pembicaraan yang bersifat menggunjing atau membahas aib orang lain.

Ustaz Turmudzi mengajak umat Islam untuk menjadikan halal bihalal sebagai sarana memperbaiki diri dan mempererat tali persaudaraan. “Jangan hanya menjadikan halal bihalal sebagai seremonial tahunan, tetapi jadikanlah sebagai momentum untuk terus menjaga ukhuwah Islamiyah sepanjang waktu,” pesannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....