Sudahkah Anda Menunaikan Zakat Fitrah? Ini Fungsinya
- 26 Mar 2025 04:56 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun: Zakat, menurut tradisi yang berlaku diartikan dengan zakat juga yaitu pemberian yang diwajibkan, terdiri dari zakat diri, zakat fitrah sewaktu 'ldil Fitri, zakat harta dan penghasilan. Semuanya ditentukan menurut nilai tertentu pada masing-masingnya. Hal demikian, walaupun tidak berdasarkan ayat-ayat suci namun maksud dan kandungannya ternyata baik dan sejalan dengan amar makruf nahi mungkar dalam Islam. Tetapi masih harus diperbaiki dengan zakat pegawai, zakat pertanian, zakat perikanan dan sebagainya. Alangkah janggalnya petani padi dibebani dengan zakat pada nilai tertentu padahal penghasilannya cukup untuk makan beberapa bulan saja sekeluarga, sementara pegawai negeri maupun pegawai swasta begitupun pekebun cengkeh, pala, bunga anggrek yang mendapatkan hasil berlimpahan dibebaskan dari wajib zakat. Demikian pula peternak ikan yang dua kali setahun menghasilkan panen besar ataupun nelayan yang menangkap ikan dengan memakai kapal motor yang penghasilannya sangat memuaskan.
Puncak pelaksanaan siam Ramadan tetap harus diisi dengan semangat beribadah. Begitu pun kegiatan solat malam masih terus dilakukan untuk mengejar Lailatul Qodar. Untuk itu doa-doa di akhir Ramadan tidak kalah hebatnya disamping hari-hari lain. Termasuk juga menunaikan zakat fitrah di bulan suci Ramadan. Ustaz Amir Abdullah, M.Pd. dalam program Sahur Barokah menyampaikan fungsi dari zakat fitrah dalam Islam.
Allah Swt berfirman: "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoakan untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. At-Taubah: 103). Ustaz Amir menganalogikan zakat fitrah agar mudah dipahami. "Badan itu terminal pemberhentian. Sedangkan kita setiap hari juga makan dan minum. Kegiatan makan dan minum tentu saja tidak bisa hanya ditampung, melainkan harus dikeluarkan. Termasuk mental, jika tidak mampu mengelola emosional lantas tidak dipungkiri akan muncul sampah kejiwaan yang mestinya juga harus dibersihkan," katanya, Rabu (26/3/2025). Pada intinya segala sesuatu yang masuk dalam tubuh harus dikeluarkan untuk dilakukan pembersihan.
Zakat Fitrah wajibnya ditunaikan pada saat awal Ramadan hingga menjelang Solat Idul Fitri. Tetapi, terkadang masyarakat kurang menyegerakan menunaikan zakat fitrahnya. Padahal zakat fitrah adalah rukun Islam. Ustaz Amir menjabarkan beberapa fungsi dari zakat fitrah itu sendiri. "Ada beberapa fungsi zakat fitrah yang perlu kita pahami dalam hidup ini diantaranya mengurangi kesenjangan sosial, membersihkan jiwa dan harta, kemudian membuat bahagia orang lain," jabarnya.
Kesenjangan sosial bisa saja berpotensi terjadi di sekitar kita, karena manusia juga terkadang memiliki rasa iri, dengki, manakala orang lain mencapai sesuatu. Jika punya makanan, Rasulullah menganjurkan untuk memperbanyak kuahnya agar bisa dibagikan pada tetangga atau orang sekitarnya. Lalu, zakat fitrah secara spiritual juga membersihkan jiwa dan harta manusia. Kemudian, dengan menunaikan zakat fitrah manusia dapat membuat bahagia orang lain. Sayidina Jafar Shadiq ra berkata: “Jika seluruh masyarakat menunaikan zakat dari kekayaan mereka, niscaya tidak akan tersisa seorang muslim pun yang berada dalam keadaan fakir, kekurangan, kelaparan dan hidup tanpa pakaian di dalam sebuah masyarakat, kecuali karena dosa orang-orang yang kaya.”
Dari berbagai riwayat bisa pula kita simpulkan bahwa pembayaran zakat akan menyebabkan terjaganya kekayaan dan memperkuat fundamen kekayaan itu sendiri, sedemikian rupa sehingga apabila masyarakat melupakan prinsip penting Islam ini, itu akan memunculkan jurang pemisah yang amat dalam antara unsur-unsur sosial yang ada. Hal ini tentu saja bisa menjadi sebuah lonceng bahaya bagi kekayaan yang dimiliki oleh orang-orang yang cukup. Sayidina Musa bin Jafar ra berkata: “Jagalah kekayaanmu dengan cara membayar zakat.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....