Jangan Terlewatkan: Berikut Amalan-Amalan Malam Lailatul Qodar

  • 22 Mar 2025 05:49 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun : Lailatul Qadar adalah malam istimewa yang dinanti oleh umat Islam di bulan Ramadan. Keutamaannya disebut dalam Al-Qur'an sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Dalam kajian bersama Ustaz Amir Abdullah, M.Pd., beliau menjelaskan pentingnya mengisi malam Lailatul Qadar dengan amalan-amalan utama agar mendapat keberkahan yang berlimpah. Ustaz Amir Abdullah menegaskan bahwa Lailatul Qadar merupakan malam penuh rahmat, pengampunan, dan keberkahan. "Allah SWT menurunkan Al-Qur'an pada malam ini, dan dalam Surah Al-Qadr dijelaskan bahwa para malaikat turun membawa kedamaian hingga fajar," ungkapnya, Sabtu (22/3/2025). Menurutnya, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah di sepuluh malam terakhir Ramadan, terutama pada malam-malam ganjil, karena Rasulullah SAW menyebutkan bahwa Lailatul Qadar berada dalam rentang waktu tersebut. Kapan waktu datangnya Lailatul Qadar memang tidak seorang pun yang mengetahuinya, karena merupakan rahasia Allah.

Ustaz Amir menjelaskan memberikan penjelasan terkait arti dan makna kata qadar dalam Al-Quran. "Pertama, qadar berarti sempit. Malam tersebut adalah malam yang sempit, karena banyaknya malaikat yang turun ke bumi sehingga mereka berhimpitan, seperti yang ditegaskan dalam Surat Al-Qadar: "pada malam itu turun malikat-malaikat dan ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan", kemudian makna yang kedua adalah kemuliaan. Malam tersebut adalah malam mulia yang tiada bandingnya. Ia mulia karena terpilih sebagai malam turunnya Al-Quran serta karena ia menjadi titik tolak dari segala kemuliaan yang dapat diraih. Kata qadar yang berarti mulia ditemukan dalam ayat ke-91 Surat Al-An am yang berbicara tentang kaum musyrik: Ma qadaru Allaha haqqa qadrihi idz qalu ma anzala Allahu ‘ala basyarin min syay i (mereka itu tidak memuliakan Allah sebagaimana kemuliaan yang semestinya, tatkala mereka berkata bahwa Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada manusia). Lalu, makna yang ketiga adalah ketetapan, sehingga lailatul qadar dipahami sebagai malam penetapan Allah bagi perjalanan hidup manusia. Pendapat ini dikuatkan oleh penganutnya dengan Firman Allah pada QS Ad-Dukhan ayat 3. Ada ulama yang memahami penetapan itu dalam batas setahun. Al-Quran yang turun pada malam lailatul qadar diartikan bahwa pada malam itu Allah SWT mengatur dan menetapkan khiththah dan strategi bagi Nabi-Nya, Muhammad SAW guna mengajak manusia kepada agama yang benar yang pada akhirnya akan menetapkan perjalanan sejarah umat manusia, baik sebagai individu maupun kelompok," jelasnya.

Lalu apa amalan yang dapat kita lakukan pada malam Lailatul Qadar itu? Imam An-Nawawi dalam Kitab Al-Adzkar menjelaskan ada beberapa amalan yang sangat dianjurkan. Ia menyatakan: روينا بالأسانيد الصحيحة في كتب الترمذي والنسائي وابن ماجه وغيرها عن عائشة رضي الله عنها قالتْ: قلتُ: يارسول اللَّه إن علمتُ ليلة القدر ما أقول فيها؟ قال: " قُولي: اللَّهُمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ العَفْوَ فاعْفُ عَنِّي قال أصحابَنا رحمهم الله: يُستحبّ أن يُكثِر فيها من هذا الدعاء، ويُستحبّ قراءةُ القرآن وسائر الأذكار والدعوات المستحبة في المواطن الشريفة.....قال الشافعي رحمه الله: أستحبّ أن يكون اجتهادُه في يومها كاجتهاده في ليلتها، هذا نصّه، ويستحبّ أن يُكثرَ فيها من الدعوات بمهمات المسلمين، فهذا شعار الصالحين وعباد الله العارفين.

Artinya: Kami riwayatkan dari sanad yang shahih dalam kitab al-Tirmidzi, An-Nasa’i, Ibnu Majah, dan lain-lain bahwa Aisyah pernah berkata, “Wahai Rasulullah, andaikan aku mengetahui Lailatul Qadar, apa yang bagus aku baca?” Rasulullah menjawab, “Bacalah Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni” (Wahai Tuhan, Engkau Maha Pengampun, menyukai orang yang minta ampunan, ampunilah aku).

Sedangkan, ustaz Amir menambahkan ada beberapa amalan yang dapat dilakukan saat malam Lailatul Qodar diantaranya:1. I’tikaf di MasjidBerdiam diri di masjid untuk beribadah dan merenungi kehidupan adalah salah satu cara meneladani sunnah Rasulullah SAW. "I’tikaf adalah momen untuk mendekatkan diri sepenuhnya kepada Allah, memohon ampunan, dan memperbanyak doa," jelasnya. Lebih lanjut, Ustaz Amir Abdullah mengingatkan bahwa selain ibadah lahiriah, hati juga harus bersih dari sifat iri, dengki, dan dendam. "Allah memberikan rahmat-Nya kepada hamba yang datang dengan hati yang tulus dan penuh keikhlasan," pungkasnya. Dengan mengisi malam Lailatul Qadar dengan berbagai amalan tersebut, umat Islam berharap mendapatkan keberkahan dan ampunan Allah SWT, serta meraih kemuliaan malam seribu bulan.

2. Solat Sunnah

Diantara solat sunnah yang dianjurkan adalah solat tahajud, solat tarawih, solat witir.

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم اذا دخل العشر احيا الليل وايقظ اهله وشد المئزر : "Apabila Rasulullah Saw memasuki malam sepuluh terakhir bulan Ramadhan, beliau beribadah dengan sungguh-sungguh serta membangunkan anggota keluarganya.3. Tilawatil Qur'anTilawah Al-Quran yang dilakukan di Malam Lailatul Qadar merupakan salah satu kebiasaan Nabi Saw di malam tersebut. Hal ini terdapat dalam sebuah hadits berbunyi: "Jibril menemuinya pada tiap malam malam bulan Ramadhan, dan dia (Jibril) bertadarus Al-Quran bersamanya." (HR Bukhari).

4. Bermuhasabah (introspeksi)Malam Lailatul Qadar juga dapat diisi dengan muhasabah diri atau merenungkan kesalahan serta ibadah yang sudah dilakukan. Dalam 10 hari terakhir bulan Ramadhan juga jadi kesempatan yang baik dalam memperbaiki diri. Mohonlah ampunan kepada Allah SWT dengan bersungguh-sungguh. Perbanyak bertaubat untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

5. Berdoa

Dzikir dan doa pada Malam Lailatul Qadar menjadi amalan yang penting untuk dipanjatkan dengan tulus dan ikhlas sehingga menjadi peluang besar dikabulkannya harapan-harapan baik kita.

Adapun doa Lailatul Qadar telah diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Imam Nasai, dan Imam Ibnu Majah dalam Kitab Riyadhus Shalihin oleh Imam an-Nawawi, sebagai berikut:

Lafal: Allahumma innaka afuwwun tuhibbul afwan fa fu anni

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, dan Engkau suka memberi maaf, maka maafkan aku."

Karena waktu pastinya tidak diketahui, kita disarankan untuk menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadan dengan ibadah yang maksimal. Tidak perlu khawatir jika tidak bisa beribadah semalaman, karena setiap usaha yang dilakukan dengan ikhlas tetap bernilai di sisi Allah. Semoga kita semua diberi kesempatan untuk meraih keberkahan malam Lailatul Qadar dan mendapatkan pengampunan dari Allah Swt.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....