I'tikaf: Meraih Keberkahan di Sepuluh Malam Terakhir Ramadhan
- 21 Mar 2025 16:48 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun : Ibadah i’tikaf menjadi salah satu amalan yang banyak dilakukan umat Muslim di bulan Ramadhan, terutama di sepuluh malam terakhir. Di masjid-masjid mulai ramai dengan jamaah yang berdiam diri untuk beribadah, merenung, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Menurut Ustadz Ofan Anggik Primanda, S.Pd.I., i’tikaf merupakan ibadah sunnah yang memiliki banyak keutamaan. “I’tikaf Adalh ibadah yang sifatnya berdiam diri di masjid. Jadi setiap orang yang masuk masjid dan berniat untuk i'tikaf maka dia akan mendapat pahala. Ibadah ini juga salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah, terutama di malam-malam ganjil pada sepuluh hari terakhir Ramadhan. Rasulullah SAW sendiri selalu rutin melakukan i’tikaf di sepuluh malam terakhir. Beliau selalu lakukan sampai beliau meninggal dan dilanjutkan para istri rasul” jelasnya.
Selama i’tikaf, kita dianjurkan untuk memperbanyak ibadah seperti membaca Al-Qur’an, berzikir, shalat malam, dan berdoa. “Fokus utama i’tikaf adalah berdiam diri di masjid dan memperbanyak ibadah. Ini adalah momen terbaik untuk introspeksi diri dan memperbaiki hubungan dengan Allah” tambah Ustadz Ofan.
Ustadz Ofan menekankan bahwa i’tikaf bukan sekadar berdiam diri di masjid, tetapi harus diisi dengan ibadah yang berkualitas. “saat i'tikaf kita bisa melakukan Sholat Taubat terlebih dahulu, dilanjut Shalat Hajad dan Tahajud. Bila kita sudah melaksanakan shalat witir bersama tarawih kita tidak perlu shalat witir kembali. Lalu bisa berdzikir atau membaca Al Qur'an di dalam masjid. Semoga dengan i’tikaf, kita bisa mendapatkan ampunan dan keberkahan dari Allah SWT, serta meraih malam Lailatul Qadar” tutupnya.
Dengan semakin meningkatnya kesadaran umat Muslim akan pentingnya i’tikaf, diharapkan tradisi ini terus berkembang dan menjadi sarana untuk memperkuat keimanan serta ketakwaan di bulan suci Ramadhan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....