Pentingnya Bijak Bermedia Sosial di Bulan Ramadhan

  • 19 Mar 2025 08:57 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun : Bulan Ramadhan bukan hanya waktu untuk meningkatkan ibadah, tetapi juga momen untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

Dimana saat ini banyak berita yang ada di media sosial tidak jelas kebenarannya. Dan menurut Ustadz Ofan Anggik Primanda, S.Pd.I., umat muslim wajib berlandaskan pada Al Qur'an, bijak dalam menggunakan media sosial dan menjaga kebenaran berita sehingga tidak menyebarkan hoax karena akan menyebabkan perselisihan dan penyesalan.

"Kita harus dilandaskan pada Al Qur'an juga hadist untuk lebih bijak di dalam memyikapi media sosial. Apalagi sekarang banyak berita yang kebenarannya dipertanyakan. Seperti kita mengutip Firman Allah dalam surat Al Hujurat Ayat 6

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِن جَآءَكُمْ فَاسِقٌۢ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوٓا۟ أَن

تُصِيبُوا۟ قَوْمًۢا بِجَهَٰلَةٍ فَتُصْبِحُوا۟ عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَٰدِمِينَ

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu."

Ustadz Ofan menjelaskan bahwa ketika kita mendapat suatu berita entah dari siapapun kita harus tabayun dan croscek apakah berita tersebut benar. Karena media sosial sebagai sumber berita agar umat Islam memanfaatkan platform digital dengan lebih positif dan tidak terjerumus dalam hal-hal yang mengurangi pahala puasa.

Media sosial bisa menjadi ladang pahala jika digunakan dengan baik, seperti berbagi dakwah, mengingatkan dalam kebaikan, atau menyebarkan informasi yang bermanfaat. Namun, jika digunakan untuk menyebar fitnah, ghibah, atau konten yang tidak berfaedah, tentu dapat merusak ibadah kita di bulan suci ini.

"Di sosmed kita ini juga mengupload, mengepost, foto, video atau apapun di bulan puasa ini kita harus bijak dan mengingat hadist Rasullullah yang mana beliau bersabda ketika seseorang tidak mampu menahan diri untuk tidak melakukan sesuatu yang buruk. Meskupun dia menahan haus dan lapar di bulan puasa, Allah tidak akan memberikan pahala atasnya," tambah Ustadz Ofan.

Beliau juga menekankan pentingnya menahan diri dari ketikan yang tidak bermanfaat di media sosial. Serta menghindari kontek negatif “Bulan Ramadhan mengajarkan kita untuk menahan hawa nafsu, termasuk nafsu dalam berkomentar. Yang mana artinya kalau kita membuat ketikan, upload an atau storya yang mana ada unsur tidak baik.

Secara tidak langsung ini akan mempengaruhi pahala puasa kita atau menyebarkan sesuatu yang belum tentu benar. Kita harus menghindari konten ujaran kebencian, provokatif dan konten mengumbar syahwat.,” Kata Ustadz ofan dalam perbincangan di Tauladan Pro 2 RRI Madiun.

Selain itu, Ustadz Ofan mengajak umat Islam untuk menggunakan media sosial sebagai sarana refleksi diri.

"Kita jangan menghabiskan waktu dengan scrolling tanpa tujuan. Kalau bisa yang tidak penting kita tinggalkan dulu. Kalau memang mau bermedia sosial, kita buka konten yang positif kita browsing yang posifif. Kita bisa memanfaatkan media sosial untuk mendengarkan kajian, atau mengikuti kegiatan-kegiatan islami melalui medsos" sarannya.

Ustadz Ofan mengingatkan bahwa penggunaan media sosial yang bijak akan membawa manfaat tidak hanya di bulan Ramadhan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. “bijak bermedia sosial tidak hanya di bulan ramadhan, tapi disetiap harinya. Mari kita jadikan media sosial sebagai sarana untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah dan menebarkan kebaikan kepada sesama,” tutupnya.

Dengan sikap bijak dalam bermedia sosial, umat Islam dapat menjaga kualitas ibadahnya dan menjadikan Ramadhan sebagai bulan yang penuh keberkahan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....