Menjadi Generasi Qurani di Era Global

  • 18 Mar 2025 06:51 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun: Generasi Qurani merupak generasi yang selalu menjadikan Alquran sebagai pedoman hidup dalam kehidupan mereka. Yang menjadikan Alquran sebagai rujukan atas segala permasalah hidup mereka.

Pada era global seperti ini, umat muslim dihadapkan dengan tantangan dan godaan yang semakin besar, salah satunya yaitu adanya perkembangan teknologi dan digitalisasi yang semakin meluas. Hal tersebut tentu memiliki dampak yang besar pada internal umat muslim, termasuk dalam membangun generasi yang berpegang teguh pada nilai-nilai Al-Qur'an di tengah berbagai godaan duniawi yang seolah sangat menjanjikan dan sering membuat manusia terlena.

“Generasi qurani ini adalah generasi yang memiliki kedekatan yang intens, kedekatan yang sangat kuat dengan Alquran. Tidak sebatas bisa membaca alquran dan menghafalkannya. Melainkan lebih dari itu. Mereka semua berusaha memahami makna yang terkandung didalam ayat ayat alquran kemudian mengamalkan dalam kehidupan sehari hari dan tidak lupa untuk mengamalkannya” dikatakan Ustadz Irfan Ma’ruf maulana,S.Pd.I saat menjadi narasumber di obrolan Tauladan PRO 2 RRI Madiun. Senin,17/3/2025.

Kata Qurani merupakan penisbatan kepada Alquran. Jadi idealnya memang lebih dari sekedar membaca dan menghafal. Tetapi menggali lebih dalam maknanya. Karena Alquran diturunkan kepada manusia sebagai Hudallinnaas yang artinya menjadi petunjuk bagi umat manusia.

“Alquran diturunkan selain sebagai petunjuk, juga sebagai rohmat untuk umat manusia. Sebagaimana Allah sebutkan didalam Alquran surah Al Isra’ ayat 82. Yang artinya dan kami turunkan dari alquran itu sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang orang yang beriman” Imbuh ustadz Irfan

Untuk memahami alquran masih menurut ustadz Irfan tidak boleh otodidak, tidak boleh seorang diri. Melainkan harus melalui bimbingan guru atau ulama yang punya kapasitas dan kapabilitas tentang keilmuan Alquran. Sebagi contoh dalam memahami suatu ayat harus mengetahui maknanya, kemudian kita harus merujuk kepada ulama tafsir.

Bagaimana kita menerapkan nilai nilai Alquran dalam kehidupan sehari hari, seperti bagaimana kita di perintah didalam Alquran untuk mengkonsumsi makanan / rezeki yang baik. Maka kata baik disini menurut siapa ? nah, akan berbeda makna yang baik menurut manusia dan menurut Allah SWT. Maka kita merujuk kepada penjelasan ulama ahli tafsir yang dijelaskan dalam ayat yang lain yakni halalan thoyyiban atau hukumnya halal dan makanannya memiliki dampak baik kepada kesehatan tubuh manusia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....