Cerita Kyai Ahmadi, Imam dan Generasi Kelima Penjaga Masjid Kuno At-Taqwa Godekan

  • 17 Mar 2025 22:43 WIB
  •  Madiun

KBRN, Magetan: Masjid Kuno At-Taqwa Godekan yang terletak di Desa Taman Arum, Magetan, Jawa Timur menyimpan sejarah panjang sebagai salah satu tempat ibadah tertua di wilayah tersebut.

Berdiri sejak ratusan tahun lalu, masjid ini tetap terjaga berkat peran turun-temurun dari keluarga penjaganya. Masdis Kuni At-taqwa Godekan diketahui didirikan oleh Kyai Imam Nawawi salah seorang prajurit Diponegoro yang memilih pergi ke Timur Selatan Gunung Lawu tepatnya di Godekan dan berdakwah Islam di sana sekaligus mendirikan masjid pada tahun 1840 an.

Saat ini, Kyai Ahmadi, sebagai generasi kelima, meneruskan tugas mulia tersebut dengan penuh dedikasi.

“Saya generasi kelima namun tidak secara langsung. Karena mbah Imam Nawawi pendiri masjid tidak memiliki putra dilanjutkan beberapa keponakan dan jatuhnya saya generasi ke lima. Terakhir ayah saya sebelum ke saya,” beber Ahmadi, Senin (17/3/2025)

Sebagai Imam masjid, Ahmadi menceritakan tidak hanya memimpin salat, tetapi juga bertanggung jawab dalam merawat bangunan bersejarah ini.

Meski zaman terus berkembang, ia berupaya menjaga keaslian arsitektur masjid, mulai dari mimbar kayu hingga struktur bangunan yang masih mempertahankan nuansa tradisional. Meski sempat beberapa kali dilakukan renovasi.

“Seingat saya dan beberapa cerita yang diturunkan. Masjid ini sudah tiga kali renovasi. Hampir diubah menjadi masjid modern namun oleh Dinas Cagar Budaya minta tetap dipertahankan. Dan jadilah seperti saat ini masih tradisional,” sambungnya.

Suasana teduh langsung terasa saat menjejakkan kaki di area masjid ini. Kyai Ahmadi menceritakan bahwa dulunya terdapat banyak pohon sawo yang mengelilingi masjid. Dan kini pohon-pohon sawo itu masih meski tak serimbun dahulu seiring perkembangan zaman.

“Dulu masjid ini dari luar tidak kelihatan karena dikelilingi pohon sawo. Biasanya memang sebagai ciri khas masjid kuno terutama peninggalan para prajurit Diponegoro selalu ada pohon sawonya,” beber Kyai Ahmadi.

Selain itu terdapat kolam di sekitar masjid. Kolam besar di samping utara atau kanan masjid dan satu kolam kecil di halaman depan. Namun saat ini hanya menyisakan satu kolam utama.

“Itu disebut padusan untuk bersuci, namun yang kecil di depan bagian jamaah putri sudah ditimbun untuk keperluan akses ke masjid,” ungkapnya.

Saat ini pihaknya bersama takmir dan pengurus masjid bukan hanya memikirkan menjaga dan merawat bangunan masjid, namun memastikan kegiatan keagamaan tetap berjalan.

Mengingat pernah ada pesantren dahulunya dan sempat vakum, maka kini didirikanlah lembaga Pondok Qur'an Joglo Imana.

“Joglo Imana, ‘Imana’ itu singkatan dari nama pendiri Masjid ini Imam Nawawi,” pungkas Ahmadi.

Bagi Ahmadi, menjaga Masjid Kuno At-Taqwa Godekan bukan hanya kewajiban, tetapi juga amanah yang harus diteruskan. Terlebih saat bulan Ramadha seperti saat ini masjid akan banyak dikunjungi kaum muslimin terutama di 10 hari terakhir untuk bermunajat dan beri’tikaf.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....