Berusia Hampir 2 Abad, Melihat Masjid Kuno Peninggalan Prajurit Diponegoro di Magetan
- 16 Mar 2025 23:07 WIB
- Madiun
KBRN, Magetan: Di tengah hamparan sawah Desa Taman Arum, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Jawa Timur berdiri sebuah masjid kuno yang sarat akan nilai sejarah, yaitu Masjid At-Taqwa di Dusun Godekan.
Masjid ini bukan hanya sekadar tempat ibadah, tetapi juga saksi bisu perjuangan salah satu pengikut Pangeran Diponegoro.
Ahmadi Imam Masjid At-Taqwa Godekan menceritakan sejarah panjang dan arsitektur khas Masjid Godekan yang didirikan pada tahun 1840 oleh Mbah Imam Nawawi, seorang prajurit Pangeran Diponegoro yang memilih untuk menetap di wilayah ini setelah perang usai.
Bangunan masjid yang didominasi oleh kayu jati sejak awal pendiriannya, mencerminkan arsitektur khas Jawa kuno.
"Masjid ini didirikan oleh Mbah Imam Nawawi, salah satu pengikut Pangeran Diponegoro pasca kakalahan perang tahun 1840an. Beliau kemudian menetap di sini dan membangun masjid ini sebagai tempat ibadah dan pusat kegiatan masyarakat," ujarnya, Minggu (16/3/2025).
Ahmadi yang terhitung masih keturunan kelima Imam Nawawi menyebut sempat ada tiga kali upaya renovasi namun tetap menjaga keasliannya.
"Dahulu sempat akan dipugar dan diubah menjadi masjid modern seperti zaman sekarang. Namun oleh pihak Cagar budaya dilindungi dan harus mempertahankan bentuk aslinya," bebernya.
Masjid tertua di Magetan selatan itu memiliki dua kolam layaknya tipologi masjid Kuno dan terdapat beberapa pohon Sawo.
Namun satu kolam disisi depan kini sudah diurug dan menyisakan kolam disisi sebelah kanan atau utara masjid.
"Salah satu ciri masjid yang didirikan para prajurit Diponegoro itu banyak pohon sawonya. Dulu ini lebat dan mengelilingi masjid bahkan masjid tertutup pohon Sawo dan ada kolam Padusan untuk bersuci," ucap Ahmadi.
Pada 10 hari terakhir Ramadhan masjid ini biasanya akan ramai dikunjungi para peziarah yang ingin beribadah dan beritikaf. Bahkan tak jarang mereka datang dari luar kota.
"Kami melihatnya ya ini masjid pada umumnya namun mungkin karena sejarahnya jadi masjid ini menjadi spesial. Ada juga beberapa kepala daerah di sekitar Madiun yang biasa beritikaf di sini, " sebutnya.
Tak hanya menjadi pusat ibadah namun Masjid At-Taqwa juga menjadi tempat sarana pendidikan dakwah Islam sebagaimana tujuan awal didirikan oleh Kyai Imam Nawawi.
Sempat ada pesantren namun vakum dan kini dirintis kembali oleh keluarga dan ahli waris dengan mendirikan lembaga Pondok Qur'an Joglo Imana.
"Kami hidupkan kembali mendirikan pesantren qur'an. Joglo Imana, Imana itu singkatan dari nama pendiri Masjid ini Imam Nawawi, " pungkas Ahmadi.
Berjarak 13 kilometer ke arah selatan dari pusat Magetan atau sekitar 30 km arah barat daya dari Kota Madiun masjid At-Taqwa Godekan bukan hanya sekadar bangunan tua, tetapi juga menjadi saksi nilai-nilai sejarah, budaya, dan keagamaan yang patut dijaga dan dilestarikan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....